Della Anjelia Saputri
Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendidikan Hati Al-Ghazali dan Pendidikan Amal Nyata K.H Ahmad Dahlan untuk Membentengi Akhlak Pelajaran di Era Modern Della Anjelia Saputri; Wahyudi; Rika Nurhidayah; Abudussyukur
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i2.5388

Abstract

Fenomena degradasi moral pelajar di era modern semakin mengkhawatirkan, ditandai dengan meningkatnya perilaku perundungan, menurunnya rasa hormat, serta kecenderungan individualisme akibat penggunaan teknologi yang berlebihan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) belum sepenuhnya mampu membentuk akhlak peserta didik secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mensintesis konsep pendidikan hati menurut Al-Ghazali dan pendidikan amal nyata menurut K.H. Ahmad Dahlan sebagai solusi holistik dalam membentengi akhlak pelajar. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan teknik analisis isi dan pendekatan deskriptif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Al-Ghazali menekankan pada pembersihan hati (tazkiyatun nafs) sebagai fondasi internal, sedangkan K.H. Ahmad Dahlan menekankan implementasi nilai agama dalam bentuk tindakan sosial nyata sebagai manifestasi eksternal. Sintesis kedua pemikiran ini menghasilkan model pendidikan yang seimbang antara pembinaan spiritual dan praktik sosial. Implementasi dalam pembelajaran PAI dapat dilakukan melalui penguatan pembiasaan ibadah serta kegiatan sosial berbasis proyek. Dengan demikian, ketahanan moral pelajar dapat terbentuk secara lebih kuat dalam menghadapi tantangan era modern.
Transformasi Kurikulum Pendidikan Islam Abad ke-21: Integrasi Model Subject, Student, dan Problem-Centered dalam Kerangka Insan Kamil Andi Qadri Al-Aqsha; Della Anjelia Saputri; Yusuf Nur Rochman Rasyid; Khuriyah Khuriyah
HIBRUL ULAMA Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Hibrul’ulama
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/hibrululama.v7i2.1080

Abstract

This study aims to analyze the transformation of the 21st-century Islamic education curriculum through the integration of subject-centered, student-centered, and problem-centered models, to form an insan kamil with character and adaptability. This study is a descriptive qualitative study based on a literature review, which examines various scientific literature related to the basic principles and design models of curriculum development, and the integration of Islamic values within them. Data were collected through a literature review of books, journal articles, and scientific publications. Data were analyzed through data reduction, theme classification, narrative presentation, and conclusion drawing using source triangulation techniques to ensure data validity. The results indicated that an Islamic education curriculum relevant to 21st-century demands must be based on the principles of relevance, flexibility, continuity, efficiency, and effectiveness, as well as the integration of subject-centered, student-centered, and problem-centered models. The integration of these three curriculum models results in a comprehensive learning design that balances cognitive, affective, and spiritual aspects. The Islamic education curriculum must be integrative and transformative to produce an insan kamil who is tolerant, creative, and contributes positively to global civilization based on the values ??of rahmatan lil 'alamin (blessing for the universe).
Fragmentasi Otoritas Keagamaan dalam Konten Media Digital: Tantangan Epistemologis bagi Pembelajaran PAI: Fragmentation of Religious Authority in Digital Media Content: An Epistemological Challenge for Islamic Religious Education Learning Andi Qadri Al-Aqsha; Della Anjelia Saputri; Imam Makruf
Mozaic: Islamic Studies Journal Vol. 5 No. 01 (2026): In Progress
Publisher : Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/mozaic.v5i01.2616

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendisrupsi lanskap otoritas keagamaan, menggeser legitimasi dari penguasaan keilmuan yang bersanad (knowledge-based authority) menjadi sekadar popularitas dan tingkat interaksi di media sosial (attention-based authority). Kondisi ini menciptakan fragmentasi otoritas yang memicu krisis epistemologis, di mana peserta didik kini lebih mengandalkan ragam konten digital yang sering kali nirvalidasi dibandingkan peran pendidik di ruang kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif fenomena fragmentasi otoritas keagamaan di ruang digital beserta implikasinya terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), data dikumpulkan dari berbagai literatur otoritatif dan ditelaah melalui metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa disrupsi ini berdampak serius pada ekosistem PAI, meliputi melemahnya sentralitas guru, pergeseran pola belajar siswa dari sistematis menjadi sporadis yang disetir oleh algoritma, serta munculnya kebingungan epistemologis akibat relativisme kebenaran. Tanpa adanya filter validasi yang memadai, peserta didik sangat rentan menelan informasi mentah yang berujung pada distorsi pemahaman agama. Sebagai kesimpulan, fragmentasi otoritas di era digital menuntut transformasi mendasar dalam cara pendidikan agama disampaikan dan diterima. Implikasinya, kurikulum PAI harus segera direorientasi untuk mengintegrasikan kecakapan literasi digital dan penguatan nalar kritis, di mana pendidik mengambil peran baru sebagai kurator pengetahuan guna membentengi identitas keagamaan generasi muda.