Pasar kerja Indonesia tengah menghadapi tantangan ganda: tingginya angka pengangguran terdidik dan fenomena overqualification (kualifikasi berlebih). Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ekspektasi pasar kerja, kelebihan suplai lulusan perguruan tinggi, dan bagaimana hal ini bermuara pada overqualification di mana pekerja menerima pekerjaan di bawah tingkat pendidikan mereka. Melalui tinjauan literatur, ditemukan bahwa overqualification tidak hanya menjadi bentuk "pengangguran terselubung", tetapi juga membawa dampak negatif berupa wage penalty (penalti upah) dan penurunan kepuasan kerja. Solusi yang holistik diperlukan untuk menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan permintaan industri (link and match).
Copyrights © 2026