Latar Belakang: Bahasa Jawa krama alus merupakan warisan budaya yang kian tergerus oleh dominasi bahasa Indonesia dan bahasa Jawa ngoko dalam komunikasi sehari-hari siswa sekolah dasar. Di SDN 1 Kebakan, sebanyak 92% siswa kelas V memperoleh nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM 70) dalam menulis teks basa krama alus. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes unjuk kerja menulis, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil: Penerapan model Project Based Learning (PjBL) menunjukkan peningkatan signifikan. Nilai rata-rata pratindakan 40,90 dengan ketuntasan 8% meningkat menjadi 82,52 dengan ketuntasan 84% pada akhir siklus II. Peningkatan terlihat pada aspek fonologi, diksi, struktur kalimat, kapitalisasi, dan tanda baca. Implikasi: Model PjBL terbukti efektif sebagai alternatif pembelajaran inovatif yang tidak hanya meningkatkan keterampilan menulis, tetapi juga menumbuhkan apresiasi siswa terhadap bahasa dan budaya Jawa sebagai bagian dari pelestarian identitas budaya lokal.
Copyrights © 2026