Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) yang terdiferensiasi terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas lima SD dalam pembelajaran IPAS. Penelitian inimenggunakan metode kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental dengan kelompok kontrol pretest-posttest. Populasi penelitian meliputi seluruh siswa kelas lima SD negeri di wilayah Grojogan Sewu, Kabupaten Sukoharjo, sedangkan sampel dipilih melalui teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen penilaian berpikir kritis yang telah melalui pengujian validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PjBL yang terdiferensiasi memiliki dampak yang signifikan secara statistik terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,001, yang lebih rendah dari ambang batas 0,05. Model pembelajaran ini mendorong siswa untuk secara aktif membangun pemahaman mereka melalui kegiatan berorientasi proyek, sementara tugas yang terdiferensiasi membahas variasi preferensi belajar siswa, termasuk modalitas visual, auditori, dan kinestetik. Oleh karena itu, proses pembelajaran menjadi lebih menarik, bermakna, dan efektif dalam menumbuhkan pemikiran kritis dan reflektif.
Copyrights © 2026