Peningkatan penggunaan kendaraan pribadi dibandingkan transportasi umum telah menjadi perhatian yang semakin besar karena berpotensi menimbulkan kemacetan lalu lintas, ketidakpastian waktu perjalanan, serta penggunaan ruang jalan yang tidak efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan moda transportasi antara kendaraan pribadi dan transportasi umum di Kabupaten Aceh Tamiang, khususnya pada koridor Kuala Simpang–Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Stated Preference (SP) untuk mengevaluasi preferensi responden terhadap beberapa atribut layanan transportasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada 370 responden, yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Variabel yang dianalisis meliputi biaya perjalanan, waktu tempuh, keamanan, dan kenyamanan sebagai variabel independen, serta pemilihan moda transportasi sebagai variabel dependen. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dan model logit binomial untuk memperkirakan probabilitas pemilihan setiap moda transportasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya perjalanan, waktu tempuh, dan keamanan berpengaruh signifikan terhadap pemilihan moda transportasi, sedangkan kenyamanan tidak berpengaruh signifikan. Di antara faktor-faktor tersebut, keamanan merupakan atribut yang paling dominan memengaruhi keputusan responden. Hasil analisis probabilitas menunjukkan bahwa 85% responden lebih memilih transportasi umum, sedangkan 15% memilih kendaraan pribadi. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa peningkatan keamanan layanan sebesar satu tingkat persepsi berpotensi meningkatkan probabilitas penggunaan transportasi umum dari 85% menjadi 91,1% atau sebesar 6,1 poin persentase. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan atribut layanan, khususnya keamanan dan biaya perjalanan, dapat mendorong peningkatan penggunaan transportasi umum serta mendukung sistem transportasi yang lebih efisien.
Copyrights © 2026