Permasalahan sampah menjadi isu serius di berbagai kota besar di Indonesia, termasuk Kota Yogyakarta. Dalam beberapa tahun terakhir, persoalan ini belum terselesaikan secara menyeluruh, seiring dengan terus meningkatnya volume timbulan sampah, khususnya jenis organik, yang menimbulkan tantangan besar bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta (2024), rata-rata produksi sampah harian mencapai sekitar 600 ton, dengan 60 persen di antaranya merupakan sampah organik. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah memperburuk kondisi tersebut, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih inovatif, aplikatif, dan berkelanjutan. Berangkat dari kondisi itu, program pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk memberikan pelatihan pembuatan eco enzyme kepada warga RW 11, Kelurahan Bausasran, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, sebagai langkah konkret dalam mengelola sampah organik sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan. Kegiatan ini memiliki kekhasan dibandingkan program sejenis karena dilaksanakan di Kota Yogyakarta, yang dikenal sebagai destinasi wisata nasional namun tengah menghadapi persoalan pengelolaan sampah. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif melalui empat tahap utama: sosialisasi, pengenalan teori, praktik pembuatan eco enzyme, serta diskusi dan evaluasi. Keempat tahapan tersebut saling melengkapi, membangun kesadaran, memperkuat pemahaman, melatih keterampilan, serta memastikan keberlanjutan penerapan. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan persepsi peserta bahwa sampah organik bukan lagi masalah, melainkan sumber daya yang bermanfaat bagi lingkungan. Antusiasme, kerja sama kelompok, dan komitmen peserta untuk menularkan pengetahuan ini mencerminkan potensi besar replikasi program di wilayah lain.
Copyrights © 2025