Latar Belakang: Stres merupakan fenomena yang pasti dialami oleh semua manusia.Stres dalam ilmu psikologi dalah perasaan tertekan dan ketegangan mental. Stres adalah respons individu terhadap perubahan dalam situasi atau situasi yang mengancam. Mahasisawa memiliki beban akademik dan kegatan kampus lainnya menjadi salah satu tanggung jawab yang harus dipenuhi dan tak jarang hal ini dapat memicu stres.Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stres pada mahasiswa Program Studi Strata-1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin. Metode: Jenis Penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh seluruh mahasiswa aktif Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin dan sampel sebanyak 307 yang dipilih secara stratiified random sampling. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari 307 sampel yang diteliti terdapat 51 responden (16,6%) dengan tingkat stres tinggi, 205 responden (66,8%) dengan tingkat stres sedang, dan 51 responden (16,6%) dengan tingkat stres rendah. Hasil analisis lebih lanjut menggunakan uji Chi-Square dan ditemukan bahwa beban akademik (p=0,016) dan trauma masa kecil (p<0,001) berhubungan dengan tingkat stres mahasiswa sedangkan jenis kelamin (p=0,298) dan usia (p=0,319) tidak berhubungan dengan tingkat stres mahasiswa. Kesimpulan: Beban akademik dan trauma masa kecil merupakan faktor yang berhubungan dengan tingkat stres mahasiswa Program S-1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin. Diharapkan pihak fakultas dapat melakukan pengembangan program bimbingan konseling yang lebih optimal untuk membantu mahasiswa mengatasi stres dan mengembangkan keterampilan koping yang sehat
Copyrights © 2025