Arif Anwar
Departemen Biostatistik/KKB, FKM Universitas Hasanuddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEJADIAN TANDA BAHAYA NIFAS DENGAN KUNJUNGAN PEMERIKSAAN NIFAS Dian Fahira Syam; Apik Indarty Moedjiono; Arif Anwar
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.30172

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan ibu merupakan indikator yang menggambarkan keberhasilan pembangunan dalam sektor kesehatan, dimana kesehatan ibu mengacu pada kesehatan selama kehamilan, persalinan dan masa nifas. Kesehatan ibu pada fase tersebut harus diperhatikan untuk mencegah terjadinya tanda-tanda bahaya selama kehamilan, persalinan dan nifas. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan kejadian tanda bahaya nifas dengan kunjungan pemeriksaan nifas di wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional yang berlangsung selama bulan April – Juli 2023 di Puskesmas Tamalanrea. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 110 ibu pasca nifas. Teknik pengambilan sampel secara non random dengan metode  Accidental sampling. Adapun uji statistik menggunakan uji Chi-square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tanda bahaya nifas dengan kunjungan pemeriksaan nifas dengan nilai p = 0,009 < 0,05. Ditemukan juga hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kunjungan pemeriksaan nifas berdasarkan umur (risiko rendah p=0,042), paritas (multipara p=0,048), tempat persalinan (rumah sakit p=0,037). Adapun variabel kejadian tanda bahaya nifas dengan kunjungan pemeriksaan nifas menunjukkan tidak ada hubungan secara statistik baik berdasarkan umur, pendidikan, paritas, tempat persalinan, keterpaparan informasi dan penggunaan KB pasca salin.  Kesimpulan: Kunjungan pemeriksaan nifas berhubungan secara statistik dengan pengetahuan tentang tanda bahaya nifas dan tidak berhubungan secara statistik dengan kejadian tanda bahaya nifas. Pemeriksaan di masa nifas sangat dianjurkan untuk mencegah dan mendeteksi timbulnya tanda bahaya nifas.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT STRES MAHASISWA PROGRAM STUDI S-1 KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HASANUDDIN Yuana Wira Dwi Satya Ilham Putra; Rahma Rahma; Arif Anwar
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 1: FEBRUARY 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i1.35913

Abstract

Latar Belakang: Stres merupakan fenomena yang pasti dialami oleh semua manusia.Stres dalam ilmu psikologi dalah perasaan tertekan dan ketegangan mental. Stres adalah respons individu terhadap perubahan dalam situasi atau situasi yang mengancam. Mahasisawa memiliki beban akademik dan kegatan kampus lainnya menjadi salah satu tanggung jawab yang harus dipenuhi dan tak jarang hal ini dapat memicu stres.Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stres pada mahasiswa Program Studi Strata-1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin. Metode: Jenis Penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh seluruh mahasiswa aktif Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin dan sampel sebanyak 307 yang dipilih secara stratiified random sampling. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari 307 sampel yang diteliti terdapat 51 responden (16,6%) dengan tingkat stres tinggi, 205 responden (66,8%) dengan tingkat stres sedang, dan 51 responden (16,6%) dengan tingkat stres rendah. Hasil analisis lebih lanjut menggunakan uji Chi-Square dan ditemukan bahwa beban akademik (p=0,016) dan trauma masa kecil (p<0,001) berhubungan dengan tingkat stres mahasiswa sedangkan jenis kelamin (p=0,298) dan usia (p=0,319) tidak berhubungan dengan tingkat stres mahasiswa. Kesimpulan: Beban akademik dan trauma masa kecil merupakan faktor yang berhubungan dengan tingkat stres mahasiswa Program S-1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin. Diharapkan pihak fakultas dapat melakukan pengembangan program bimbingan konseling yang lebih optimal untuk membantu mahasiswa mengatasi stres dan mengembangkan keterampilan koping yang sehat