Penelitian ini dilakukan untuk mengoptimalkan jumlah server (Teller dan Customer Service) dalam mengatasi masalah antrian panjang di Bank XYZ yang berdampak pada ketidaknyamanan nasabah dan tidak efisien dari sisi operasional. Menggunakan pendekatan teori antrian model M/M/s dan simulasi berbantuan software WinQSB, penelitian menganalisis data operasional selama tiga bulan (April-Juni 2025) yang mencakup tingkat kedatangan nasabah (arrival rate), waktu pelayanan (service rate), dan utilisasi server Hasil analisis menunjukkan pola utilisasi yang fluktuatif: pada April, Customer Service mencapai utilisasi optimal 77,33% sementara Teller hanya 19,85% (underutilized); Mei menunjukkan kondisi sebaliknya dengan Teller 82% (optimal) tetapi Customer Service turun drastis ke 36,62%; sedangkan di Juni kedua server mengalami overload dengan utilisasi melebihi 93%. Berdasarkan simulasi, direkomendasikan penyesuaian dinamis jumlah server: April (3 CS dan 1 Teller), Mei (2 CS dan 3 Teller), serta Juni (6 CS dan 5 Teller). Implikasi penelitian merekomendasikan penerapan sistem manajemen server yang adaptif berbasis data real-time, didukung strategi penjadwalan dinamis dan multi-role server. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga mampu meningkatkan customer experience melalui pengurangan waktu tunggu yang signifikan.
Copyrights © 2026