Kematangan karier mencerminkan kesiapan individu untuk mengambil keputusan karier sesuai dengan tahap perkembangannya. Penelitian ini berfokus pada pengujian tingkat kematangan karier pada mahasiswa tingkat akhir di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui peran latar belakang pendidikan dan gender dalam memprediksi kematangan karier pada mahasiswa pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jumlah responden sebanyak 489 mahasiswa tingkat akhir, terdiri dari 171 laki-laki dan 318 perempuan. Responden dikategorikan berdasarkan latar belakang pendidikan: 282 dari latar belakang non-pondok pesantren dan 207 dari latar belakang pesantren. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kematangan karier adalah Career Maturity Inventory (CMI). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji ANOVA Dua Arah untuk menguji pengaruh latar belakang pendidikan dan gender, serta interaksinya. Hasil: Hasil ANOVA Dua Arah menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan berpengaruh signifikan terhadap kematangan karier (p = 0,023). Sebaliknya, gender tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (p = 0,804), dan tidak ditemukan interaksi yang signifikan antara latar belakang pendidikan dan gender (p = 0,901). Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan program bimbingan karier yang adaptif terhadap berbagai lingkungan pendidikan untuk meningkatkan kesiapan siswa. Secara praktis, studi ini menyoroti perlunya program konseling karier yang dirancang khusus untuk mempersiapkan siswa dengan lebih baik menghadapi pasar kerja.
Copyrights © 2025