Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Vol. 6 No. 1 (2026): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan

Identifikasi Senyawa Aktif Ekstrak Etanol Bintil (Galls) Daun Loa (Ficus racemosa L.) dengan Skrining Fitokimia dan GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry) sebagai Kandidat Senyawa Obat

Lale Budi Hutami Rahayu Rahayu (Universitas Qamarul Huda Badaruddin)
Faizul Bayani (Universitas Qamarul Huda Badaruddin)
Meilynda Pomeistia (Universitas Qamarul Huda Badaruddin)
Fadhila Helienya Azzahra (Universitas Qamarul Huda Badaruddin)



Article Info

Publish Date
31 Mar 2026

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki beragam jenis tumbuhan yang banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Tumbuhan loa telah banyak diteliti dan diketahui bagian tanaman seperti daun, buah, kulit dan akarnya memiliki potensi farmakologi seperti antibakteri, antioksidan, antiinflamasi dan lain-lain. Namun sejauh ini belum ada eksplorasi penelitan terkait bintil (galls) daun loa. Bintil (galls) pada daun loa merupakan bentuk abnormal daun sebagai wujud pertahanan diri dari serangan hewan patogen. Dalam pengobatan tradisional, bintil daun loa, oleh masyarakat Lombok Tengah dimanfaatkan untuk mengobat penyakit kulit yang digunakan secara topical, tetapi sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang mendukung kalim tersebut. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa fitokimia dalam ekstrak etanol bintil daun loa, yang diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai kandidat senyawa obat. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Skrining fitokimia ekstrak etanol 70% bintil daun loa (Ficus racemosa L.) positif mengandung golongan senyawa fenolik, tanin, flavonoid, saponin, alkaloid, dan steroid/terpenoid. Analisis dengan instrument GC-MS menunjukkan terdapat 40 kemungkinan komponen senyawa terbesar yang teridentifikasi dengan GC-MS dan terdapat 5 Senyawa golongan metabolit sekunder seperti alkaloid, & terpenoid. Lima senyawa tersebut Adalah Pyridine, 3-(1-methyl-2-pyrrolidinyl), 2-Hexadecen-1-ol (Phytol) (15,55%), 2H-Pyran,2-(2-heptadecynyloxy) (13,37%), 4,8,13-Cyclotetradecatriene-1,3-diol (2,62%), 2-Heptanamine, 5-methyl (0,22%). Keberadaan senyawa yang teridentifikasi dapat berpotensi sebagai bahan obat karena diketahui memiliki potensi aktivitas farmakologis seperti antioksidan, antibakteri, antiinflamasi dan antivirus.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

medika

Publisher

Subject

Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan focuses on the study of health sciences. This journal publication aims to disseminate conceptual ideas and research results in the health sector. Any interested author can submit their manuscript in English or ...