Fadhila Helienya Azzahra
Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Identifikasi Senyawa Aktif Ekstrak Etanol Bintil (Galls) Daun Loa (Ficus racemosa L.) dengan Skrining Fitokimia dan GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry) sebagai Kandidat Senyawa Obat Lale Budi Hutami Rahayu Rahayu; Faizul Bayani; Meilynda Pomeistia; Fadhila Helienya Azzahra
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/dfj8gd44

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki beragam jenis tumbuhan yang banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Tumbuhan loa telah banyak diteliti dan diketahui bagian tanaman seperti daun, buah, kulit dan akarnya memiliki potensi farmakologi seperti antibakteri, antioksidan, antiinflamasi dan lain-lain. Namun sejauh ini belum ada eksplorasi penelitan terkait bintil (galls) daun loa. Bintil (galls) pada daun loa merupakan bentuk abnormal daun sebagai wujud pertahanan diri dari serangan hewan patogen. Dalam pengobatan tradisional, bintil daun loa, oleh masyarakat Lombok Tengah dimanfaatkan untuk mengobat penyakit kulit yang digunakan secara topical, tetapi sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang mendukung kalim tersebut. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa fitokimia dalam ekstrak etanol bintil daun loa, yang diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai kandidat senyawa obat. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Skrining fitokimia ekstrak etanol 70% bintil daun loa (Ficus racemosa L.) positif mengandung golongan senyawa fenolik, tanin, flavonoid, saponin, alkaloid, dan steroid/terpenoid. Analisis dengan instrument GC-MS menunjukkan terdapat 40 kemungkinan komponen senyawa terbesar yang teridentifikasi dengan GC-MS dan terdapat 5 Senyawa golongan metabolit sekunder seperti alkaloid, & terpenoid. Lima senyawa tersebut Adalah Pyridine, 3-(1-methyl-2-pyrrolidinyl), 2-Hexadecen-1-ol (Phytol) (15,55%), 2H-Pyran,2-(2-heptadecynyloxy) (13,37%), 4,8,13-Cyclotetradecatriene-1,3-diol (2,62%), 2-Heptanamine, 5-methyl (0,22%). Keberadaan senyawa yang teridentifikasi dapat berpotensi sebagai bahan obat karena diketahui memiliki potensi aktivitas farmakologis seperti antioksidan, antibakteri, antiinflamasi dan antivirus.