Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisa tentang bagaimana pola keterlekatan jaringan sosial berpengaruh pada akses informasi lowongan kerja serta keputusan bekerja karyawan pada salah satu Cafe yang ada di Kabupaten Jember. Jaringan sosial menjadi salah satu aset yang penting untuk mencapai perekonomian yang keberlanjutan. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk membantu peneliti dalam melakukan penggalian data serta mengkaji bagaimana jaringan sosial dapat membantu karyawan dalam mendapatkan pekerjaan. Peneliti juga melakukan reduksi data untuk memilah data primer yang terkumpul. Hasil dari penelitian memberikan jawaban bahwa adanya keterlekatan jaringan sosial memberikan dampak yang signifikan dalam praktek ekonomi bagi kedua pihak. Melalui modal sosial dan komunikasi, karyawan dapat mengakses informasi kerja, serta pemilik Cafe bisa mendapatkan kepercayaan dan ikatan loyalitas untuk bekerjasama dalam menjaga keseimbangan ekonomi serta hubungan kerja. Dapat disimpulkan bahwa dalam menjaga hubungan kerja utamanya antara pemilik Cafe dengan karyawan sangat dibutuhkan adanya komunikasi aktif, aspek kepercayaan, hingga loyalitas untuk tumbuh bersama. Namun, disisi lain jika konteks keterlekatan sosial yang dimiliki terlalu kuat, maka dapat menimbulkan dampak yang berlebihan atau over embeddednes yang berdampak pada pembatasan peluang kerja yang lebih baik di luar jaringan yang dimiliki sekarang. Dengan begitu, diperlukan keterlekatan jaringan sosial yang seimbang untuk keberlangsungan hubungan ekonomi dan kerja yang adil.
Copyrights © 2025