Fiky Binti Zakiyah
Universitas Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keterlekatan Sosial dalam Peningkatan Ekonomi: Pengaruh Relasi Sosial terhadap Akses Informasi Lowongan Kerja dan Keputusan Bekerja Karyawan Cafe di Kabupaten Jember Fiky Binti Zakiyah; Hana Vernanda; Elanda Cika Alodya Nathania; Fery Febriansyah
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2633

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisa tentang bagaimana pola keterlekatan jaringan sosial berpengaruh pada akses informasi lowongan kerja serta keputusan bekerja karyawan pada salah satu Cafe yang ada di Kabupaten Jember. Jaringan sosial menjadi salah satu aset yang penting untuk mencapai perekonomian yang keberlanjutan. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk membantu peneliti dalam melakukan penggalian data serta mengkaji bagaimana jaringan sosial dapat membantu karyawan dalam mendapatkan pekerjaan. Peneliti juga melakukan reduksi data untuk memilah data primer yang terkumpul. Hasil dari penelitian memberikan jawaban bahwa adanya keterlekatan jaringan sosial memberikan dampak yang signifikan dalam praktek ekonomi bagi kedua pihak. Melalui modal sosial dan komunikasi, karyawan dapat mengakses informasi kerja, serta pemilik Cafe bisa mendapatkan kepercayaan dan ikatan loyalitas untuk bekerjasama dalam menjaga keseimbangan ekonomi serta hubungan kerja. Dapat disimpulkan bahwa dalam menjaga hubungan kerja utamanya antara pemilik Cafe dengan karyawan sangat dibutuhkan adanya komunikasi aktif, aspek kepercayaan, hingga loyalitas untuk tumbuh bersama. Namun, disisi lain jika konteks keterlekatan sosial yang dimiliki terlalu kuat, maka dapat menimbulkan dampak yang berlebihan atau over embeddednes yang berdampak pada pembatasan peluang kerja yang lebih baik di luar jaringan yang dimiliki sekarang. Dengan begitu, diperlukan keterlekatan jaringan sosial yang seimbang untuk keberlangsungan hubungan ekonomi dan kerja yang adil.
Tradisi Seblang Olehsari; Makna Simbolik Ritual Bersih Desa Olehsari Sebagai Budaya Lokal Banyuwangi Anastasya Gawal Putri; Fiky Binti Zakiyah; Yolanda Naomi Martdina
Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 2 No. 4 (2023): Desember : Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpbb.v2i4.2383

Abstract

At this time, times are increasingly developing and experiencing rapid progress, so that the term "modernity" appears. Currently, what is really feared is "the methods or actions that need to be taken by young people in maintaining the values ​​or meaning contained in the seblang tradition" if you look at the increasingly advanced way of thinking and behavior of young people today. The seblang tradition originates from Banyuwangi, East Java, Olehsari Village, whose cultural community still upholds customs and social harmony. The seblang tradition is a dance performed to ward off evil or bad luck which is performed once a year, precisely on holidays. The method used in the research is qualitative research, namely using ethnography which explains the norms, traditions, values ​​and actions carried out in the Seblang dance. The seblang tradition has been passed down from generation to generation and is mandatory. If this tradition is not carried out within a year, one of the ancestral spirits will come to one of the residents and possess the resident to give a "sign" that the seblang haru tradition is being carried out. Apart from that, the existence of modernity poses a risk if it is forced into seblang traditions. Because the risk posed will dilute the meaning contained in the seblang tradition.