Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses prakampanye, proses pengelolaan kampanye, dan hasil evaluasi kampanye oleh Kementerian Perhubungan. Penelitian ini menggunakan konsep Strategi kampanye Public Relations berdasarkan Model Kampanye Ostergaard. Pendekatan yang digunakan mengacu pada model strategi kampanye Public Relations menurut Ostergaard, dengan metode deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, sementara validitas data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye ini disusun secara bertahap dan terencana. Tahap prakampanye berangkat dari urgensi ketidakseimbangan antara lonjakan kebutuhan transportasi saat lebaran dengan ketersediaan sarana angkutan umum. Pada tahap pengelolaan, Kemenhub melakukan perancangan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Evaluasi kampanye keseluruhan dilakukan secara teknis dan komunikatif. Secara keseluruhan, strategi kampanye ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya transportasi massal yang aman, tetapi juga memperkuat citra positif pemerintah. Penelitian ini menyarankan agar Humas Kemenhub lebih maksimal dalam memanfaatkan media digital interaktif yang bervariasi serta memperkaya isi pesan dengan pendekatan emosional dan edukatif, seperti narasi pengalaman pemudik atau cerita keselamatan, guna menjangkau audiens yang lebih luas dan memperdalam dampak pesan yang disampaikan
Copyrights © 2025