Penelitian ini berfokus pada analisis gangguan berbahasa yang dialami oleh kreator TikTok, Mustofa, seorang pengidap labioschisis (bibir sumbing), dengan perspektif psikolinguistik. Metode penelitian yang diterapkan merupakan kualitatif, pada menggunakan teknik analisis isi terhadap sebuah video TikTok karya Mustofa yang berjudul "Menyanyikan lagu Nenekku Pahlawanku - Wali". Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mengalami berbagai bentuk perubahan fonem, meliputi substitusi (misalnya fonem /r/ menjadi "l" pada kata "jujur"), omisi (hilangnya fonem /k/ pada kata "aku" menjadi "a'u"), dan adisi. Beberapa konsonan seperti /k/, /p/, /m/, /t/, dan /r/ mengalami gangguan artikulasi, sementara konsonan lain dapat diucapkan dengan tepat. Gangguan ini menyebabkan kata-kata terdengar berbeda dari pengucapan baku, sehingga berpotensi menghambat kejelasan komunikasi, terutama dalam konteks media digital. Penelitian ini menyoroti kompleksitas gangguan artikulasi akibat faktor fisiologis serta implikasinya terhadap interaksi sosial di ruang digital.
Copyrights © 2026