Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh perbedaan luas dan bentuk persil tanah terhadap harga tanah per meter. Lingkup wilayah yang dipilih sebagai kasus adalah tanah yang berada Kabupaten Sleman. Pembangunan infrastruktur dan berkembangnya kegiatan ekonomi di Kabupaten Sleman berperan besar dalam meningkatnya harga tanah. Metode yang digunakan adalah statistika deskriptif uji beda dua rata-rata, korelasi, dan Average Nearest Neighbor (ANN) untuk mengetahui pola sebaran harga. Data transaksi tanah pada tahun 2022 sebanyak 147, diperoleh informasi 57% merupakan transaksi tanah pekarangan, 41% tanah sawah dan sisanya merupakan tanah kebun. Hasil perhitungan koefisien korelasi (r) harga tanah per meter persegi dengan rasio lebar dan panjang tanah pekarangan sebesar 0,489 yang artinya korelasinya sedang. Hasil uji t untuk beda dua rata-rata antara rata-rata harga tanah dengan bentuk yang ideal antar lebar dan panjang menunjukkan hasil bahwa harga rata- rata per meter persegi tanah pekarangan bentuk ideal lebih tinggi dari rata-rata harga tanah pekarangan yang bentuknya kurang ideal. Hasil analisis ANN menunjukkan bahwa 147 tanah transaksi yang digunakan dalam penelitian adalah berpola bergerombol.
Copyrights © 2025