Ike Yuli Andjani
Universitas Gadjah Mada

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS KOMODITAS UNGGULAN SEKTOR PERTANIAN KECAMATAN SAMIGALUH KABUPATEN KULON PROGO, YOGYAKARTA Rina Oktavia; Ike Yuli Andjani
JURNAL AKUNTANSI, EKONOMI dan MANAJEMEN BISNIS Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis - Desember 2019
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.286 KB) | DOI: 10.30871/jaemb.v7i2.1598

Abstract

Kecamatan Samigaluh adalah salah satu kecamatan dalam bentuk dataran tinggi / bukit-bukit berapi yang terletak di Kabupaten Kulon Progo, D.I Yogyakarta. Luas wilayah Kecamatan Samigaluh adalah 6.929,31 ha (69,29 km2), peringkat ke-2 kecamatan terluas di Kabupaten Kulon. Sektor pertanian di Kecamatan Samigaluh adalah mata pencaharian utama penduduk. Sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani dengan mengandalkan sawah, kebun dan ladang. Hampir setengah dari tanah yang dimiliki oleh rumah tangga di Kecamatan Samigaluh digunakan untuk lahan pertanian. Berdasarkan penelitian Kareza dan Muta'ali (2014), Kecamatan Samigaluh termasuk kategori daerah tertinggal. Ini menunjukkan bahwa kinerja ekonomi di Kecamatan Samigaluh belum maksimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui potensi Kecamatan Samigaluh, terutama sektor pertanian, yang selama ini menjadi mata pencaharian utama penduduk. Diperlukan analisis mengenai komoditas unggulan sektor pertanian di Kabupaten Samigaluh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan petunjuk tentang arah pembangunan Kecamatan Samigaluh, sehingga pembangunan daerah tersebut akan bisa diarahkan ke komoditas-komoditas unggulan yang mampu memberikan kesejahteraan maksimal bagi masyarakat setempat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan tipe data sekunder. Alat analisis yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Shift Share Analiysis (SS) dan Location Quotient (LQ). Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa komoditas unggulan sector pertanian di Kecamatan Samigaluh adalah: a) tanaman pangan: padi sawah / ladang; b) tanaman buah: duku / langsat, jeruk siam, salak dan melinjo; c) tanaman obat: mengkudu; d) ternak: kambing; dan e) tanaman perkebunan: kakao, cengkeh dan nilam.
Strategies for Tracing Vocational Training Graduates: Integrating Technology and Industry Needs to Address Labor Market Challenges RY Kun Haribowo; Anisa Nurpita; Ike Yuli Andjani; Yuni Andari; Sufitri
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Review Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emba.v5i1.2227

Abstract

The Competency-Based Training (CBT) program faces several challenges, one of which is its alignment with the needs of the industrial sector. Tracing vocational training graduates is a key factor in measuring the success of training programs and ensuring their relevance to industry demands. This study aims to provide recommendations for effective graduate tracing strategies that can be implemented by vocational training providers. The research employs a mixed-method approach with a descriptive framework, using SWOT analysis and data triangulation techniques. The findings reveal that one of the strengths of graduate tracing at Vocational Training Centers (VTCs) is the high use of social media for interaction among graduates, reported by 89.2% of respondents. On the other hand, a notable weakness is the lack of consistency in implementation, as indicated by 48.1% of VTCs not having a regular schedule for tracking graduates. Changes in labor market demands, increasingly focused on technology-based skills and digitalization, provide opportunities for training providers to adapt their curricula to better align with industry developments. Most BLKs, however, only have 1-2 staff members responsible for graduate tracing, posing a significant challenge. Strategies derived from the Strength-Opportunity quadrant focus on leveraging technology to enhance tracing effectiveness and fostering stronger collaborations with industry. Meanwhile, strategies from the Weakness-Opportunity quadrant emphasize optimizing available resources and enhancing human resource capacity.
Analisis Pengaruh Bentuk dan Luas Tanah Terhadap Harga Tanah Per Meter Persegi (Kasus Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta) Ike Yuli Andjani; Bagaskara
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Review Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emba.v5i1.2376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh perbedaan luas dan bentuk persil tanah terhadap harga tanah per meter. Lingkup wilayah yang dipilih sebagai kasus adalah tanah yang berada Kabupaten Sleman. Pembangunan infrastruktur dan berkembangnya kegiatan ekonomi di Kabupaten Sleman berperan besar dalam meningkatnya harga tanah. Metode yang digunakan adalah statistika deskriptif uji beda dua rata-rata, korelasi, dan Average Nearest Neighbor (ANN) untuk mengetahui pola sebaran harga. Data transaksi tanah pada tahun 2022 sebanyak 147, diperoleh informasi 57% merupakan transaksi tanah pekarangan, 41% tanah sawah dan sisanya merupakan tanah kebun. Hasil perhitungan koefisien korelasi (r) harga tanah per meter persegi dengan rasio lebar dan panjang tanah pekarangan sebesar 0,489 yang artinya korelasinya sedang. Hasil uji t untuk beda dua rata-rata antara rata-rata harga tanah dengan bentuk yang ideal antar lebar dan panjang menunjukkan hasil bahwa harga rata- rata per meter persegi tanah pekarangan bentuk ideal lebih tinggi dari rata-rata harga tanah pekarangan yang bentuknya kurang ideal. Hasil analisis ANN menunjukkan bahwa 147 tanah transaksi yang digunakan dalam penelitian adalah berpola bergerombol.