Bagaskara
Universitas Gadjah Mada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengaruh Bentuk dan Luas Tanah Terhadap Harga Tanah Per Meter Persegi (Kasus Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta) Ike Yuli Andjani; Bagaskara
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Review Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emba.v5i1.2376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh perbedaan luas dan bentuk persil tanah terhadap harga tanah per meter. Lingkup wilayah yang dipilih sebagai kasus adalah tanah yang berada Kabupaten Sleman. Pembangunan infrastruktur dan berkembangnya kegiatan ekonomi di Kabupaten Sleman berperan besar dalam meningkatnya harga tanah. Metode yang digunakan adalah statistika deskriptif uji beda dua rata-rata, korelasi, dan Average Nearest Neighbor (ANN) untuk mengetahui pola sebaran harga. Data transaksi tanah pada tahun 2022 sebanyak 147, diperoleh informasi 57% merupakan transaksi tanah pekarangan, 41% tanah sawah dan sisanya merupakan tanah kebun. Hasil perhitungan koefisien korelasi (r) harga tanah per meter persegi dengan rasio lebar dan panjang tanah pekarangan sebesar 0,489 yang artinya korelasinya sedang. Hasil uji t untuk beda dua rata-rata antara rata-rata harga tanah dengan bentuk yang ideal antar lebar dan panjang menunjukkan hasil bahwa harga rata- rata per meter persegi tanah pekarangan bentuk ideal lebih tinggi dari rata-rata harga tanah pekarangan yang bentuknya kurang ideal. Hasil analisis ANN menunjukkan bahwa 147 tanah transaksi yang digunakan dalam penelitian adalah berpola bergerombol.
Housing Asset Management Innovation: Digitalization and Partnership Strategy in Optimizing Ex-Tanjung Housing in Kutai Kartanegara Regency Fatima Prativi; Anggi Rahajeng; Anisa Nurpita; Bagaskara; Maman Setiawan; Aini
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 6 No. 4 (2025): Oktober
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v6i4.2962

Abstract

The management of local government assets plays a vital role in ensuring effective governance and the provision of public services. However, many regions face challenges in asset utilization, leading to inefficiencies and financial losses. One example is the Ex-Tanjung housing complex in Kutai Kartanegara Regency, which was originally intended to provide affordable housing for low-income households but has suffered from irregularities, weak oversight, and misuse. This study aims to identify appropriate strategies for improving the management of these housing assets so they can function sustainably and in accordance with their original purpose. The research employed a mixed-methods approach, combining primary data from focus group discussions, stakeholder mapping, and benchmarking with secondary data from government reports and statistical documents. SWOT analysis and a power–interest grid were applied to evaluate existing conditions and identify key stakeholders and their roles. The findings reveal that the Ex-Tanjung housing complex has strategic potential but is hindered by weak legal frameworks, poor governance, incomplete tenant and asset data, and many uninhabitable units. At the same time, strong housing demand, regulatory support, and opportunities for private sector involvement present avenues for improvement. The study concludes that integrated interventions are required, including regulatory strengthening, tenant regularization, physical rehabilitation, and the establishment of a clear management unit. These measures are essential to revitalize the housing complex and maximize its social and economic benefits.