Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri sejauh mana pengaruh digital food vlogging terhadap minat beli konsumen kuliner di Kota Medan. Metode yang digunakan ialah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 150 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert lima poin yang mencakup dua variabel utama, yaitu digital food vlogging (kualitas konten, daya tarik vlogger, kredibilitas, dan kejelasan informasi) serta minat beli (perhatian, keinginan, keyakinan, dan rencana pembelian). Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh indikator memenuhi persyaratan statistik dengan nilai αX = 0,872 dan αY = 0,843. Uji KMO dan Bartlett mengonfirmasi bahwa data layak untuk dianalisis lebih lanjut (KMO X = 0,814; KMO Y = 0,789; Sig. < 0,001). Analisis regresi linier sederhana menghasilkan nilai koefisien β = 0,624 dengan signifikansi 0,000 dan R² = 0,389, yang mengindikasikan bahwa digital food vlogging berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Temuan ini mendukung Elaboration Likelihood Model, di mana kualitas informasi dan kredibilitas vlogger menjadi faktor penting dalam membentuk keputusan pembelian.
Copyrights © 2026