Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh suku bunga, sentimen pasar, dan ketidakpastian kebijakan ekonomi (Economic Policy Uncertainty/EPU) terhadap aliran modal asing neto di pasar saham Indonesia. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Vector Error Correction Model (VECM) berdasarkan data bulanan periode 2015–2024. Variabel yang digunakan meliputi BI 7-Day Reverse Repo Rate sebagai proksi suku bunga, volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai indikator sentimen pasar, indeks EPU yang diperoleh dari policyuncertainty.com, serta data aliran modal asing neto di Bursa Efek Indonesia. Hasil estimasi menunjukkan bahwa suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap aliran modal asing neto, yang mengindikasikan bahwa peningkatan suku bunga domestik cenderung menurunkan minat investor asing di pasar saham Indonesia. Sentimen pasar memiliki pengaruh positif dan signifikan, yang menegaskan bahwa kondisi pasar yang lebih stabil dan optimis mendorong masuknya modal asing. Sementara itu, ketidakpastian kebijakan ekonomi terbukti memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap aliran modal asing, mencerminkan menurunnya kepercayaan investor akibat ketidakjelasan arah kebijakan ekonomi. Uji kointegrasi menunjukkan adanya hubungan jangka panjang yang konsisten antara ketiga variabel independen dan aliran modal asing neto. Temuan ini menegaskan pentingnya stabilitas kebijakan moneter, pengelolaan ekspektasi pasar, serta konsistensi kebijakan ekonomi dalam menjaga daya tarik pasar saham Indonesia bagi investor global.
Copyrights © 2026