Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Model Empiris Pengaruh Interest Rate, Market Sentiment, dan Economic Policy Uncertainty terhadap Net Foreign Capital Inflow di Pasar Saham Indonesia Safira Permata Kristia Putri; Faaiqotun Nikmah Irsyani; Maria Kalista Lambo; Maslina Samosir; Maria Yovita R. Pandin
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 1 (2026): January
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v7i1.3512

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh suku bunga, sentimen pasar, dan ketidakpastian kebijakan ekonomi (Economic Policy Uncertainty/EPU) terhadap aliran modal asing neto di pasar saham Indonesia. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Vector Error Correction Model (VECM) berdasarkan data bulanan periode 2015–2024. Variabel yang digunakan meliputi BI 7-Day Reverse Repo Rate sebagai proksi suku bunga, volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai indikator sentimen pasar, indeks EPU yang diperoleh dari policyuncertainty.com, serta data aliran modal asing neto di Bursa Efek Indonesia. Hasil estimasi menunjukkan bahwa suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap aliran modal asing neto, yang mengindikasikan bahwa peningkatan suku bunga domestik cenderung menurunkan minat investor asing di pasar saham Indonesia. Sentimen pasar memiliki pengaruh positif dan signifikan, yang menegaskan bahwa kondisi pasar yang lebih stabil dan optimis mendorong masuknya modal asing. Sementara itu, ketidakpastian kebijakan ekonomi terbukti memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap aliran modal asing, mencerminkan menurunnya kepercayaan investor akibat ketidakjelasan arah kebijakan ekonomi. Uji kointegrasi menunjukkan adanya hubungan jangka panjang yang konsisten antara ketiga variabel independen dan aliran modal asing neto. Temuan ini menegaskan pentingnya stabilitas kebijakan moneter, pengelolaan ekspektasi pasar, serta konsistensi kebijakan ekonomi dalam menjaga daya tarik pasar saham Indonesia bagi investor global.
Mengungkap Akar Penyebab Korupsi sebagai Bentuk Fraud di Sektor Publik pada PT Pertamina Tahun 2025 Faaiqotun Nikmah Irsyani; Tiffany Shahnaz Wati; Maslina Samosir; Abigaiel Chrislovelan Lesbasa; Tries Ellia Sandari
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.4108

Abstract

Korupsi sebagai bentuk fraud di sektor publik merupakan isu yang terus menjadi perhatian dalam tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia. Kompleksitas operasional, besarnya nilai transaksi, serta lemahnya pengawasan internal menyebabkan sektor ini memiliki risiko fraud yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab korupsi pada kasus PT Pertamina tahun 2025 dengan menggunakan perspektif fraud dalam sektor publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus. Data diperoleh melalui studi dokumentasi dan literature review yang bersumber dari laporan lembaga resmi, jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, serta media kredibel seperti ACFE, OECD, Transparency International, dan Reuters. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan mengacu pada teori Fraud Triangle dan Fraud Hexagon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korupsi dipengaruhi oleh faktor individu, organisasi, dan sistem yang saling berinteraksi. Faktor individu meliputi tekanan finansial dan rasionalisasi, sedangkan faktor organisasi berkaitan dengan lemahnya pengendalian internal, rendahnya transparansi, dan kurang efektifnya pengawasan. Pada level sistem, kompleksitas regulasi dan adanya celah kebijakan meningkatkan risiko penyalahgunaan wewenang dan kolusi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa faktor organisasi dan sistem menjadi faktor yang paling dominan dibanding faktor individu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fraud di sektor publik tidak hanya dipengaruhi oleh perilaku individu, tetapi juga oleh kelemahan tata kelola dan sistem pengawasan organisasi. Oleh karena itu, penguatan pengendalian internal, transparansi, dan budaya integritas menjadi langkah penting dalam pencegahan korupsi di sektor publik.
Pengaruh Sustainability Assurance, Regulasi Pemerintah, dan Tekanan Stakeholder terhadap Kualitas Laporan ESG di Pasar Modal Indonesia Faaiqotun Nikmah Irsyani; Safira Permata Kristia Putri; Maria Yovita R. Pandin
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i3.1221

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sustainability assurance, regulasi pemerintah, dan tekanan stakeholder terhadap kualitas laporan ESG pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain explanatory research. Sampel ditentukan melalui purposive sampling terhadap perusahaan yang menerbitkan laporan keberlanjutan dengan data ESG yang lengkap. Data sekunder diperoleh dari laporan keberlanjutan, laporan tahunan, serta sumber resmi BEI dan OJK, dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sustainability assurance, regulasi pemerintah, dan tekanan stakeholder berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan ESG, baik secara parsial maupun simultan. Sustainability assurance menjadi variabel paling dominan (β = 0,919) dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,915. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas laporan ESG dipengaruhi oleh kombinasi mekanisme internal dan tekanan eksternal perusahaan. Penelitian ini memberikan implikasi bagi perusahaan, regulator, dan investor dalam meningkatkan praktik pelaporan keberlanjutan di Indonesia.   This study examines the effect of sustainability assurance, government regulation, and stakeholder pressure on the quality of ESG reports of companies listed on the Indonesia Stock Exchange during 2020–2024. A quantitative explanatory research design was employed, with samples selected through purposive sampling based on data availability and completeness. Secondary data were obtained from sustainability reports, annual reports, and official sources of the IDX and Financial Services Authority (OJK), and analyzed using multiple linear regression with SPSS. The results indicate that sustainability assurance, government regulation, and stakeholder pressure have a positive and significant effect on ESG report quality, both individually and simultaneously. Sustainability assurance is the most dominant factor (β = 0.919), with an R² value of 0.915. These findings suggest that ESG report quality is driven by the interaction of internal corporate mechanisms and external pressures, providing important implications for companies, regulators, and investors in strengthening sustainability reporting practices in Indonesia.