Maslina Samosir
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Empiris Pengaruh Interest Rate, Market Sentiment, dan Economic Policy Uncertainty terhadap Net Foreign Capital Inflow di Pasar Saham Indonesia Safira Permata Kristia Putri; Faaiqotun Nikmah Irsyani; Maria Kalista Lambo; Maslina Samosir; Maria Yovita R. Pandin
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 1 (2026): January
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v7i1.3512

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh suku bunga, sentimen pasar, dan ketidakpastian kebijakan ekonomi (Economic Policy Uncertainty/EPU) terhadap aliran modal asing neto di pasar saham Indonesia. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Vector Error Correction Model (VECM) berdasarkan data bulanan periode 2015–2024. Variabel yang digunakan meliputi BI 7-Day Reverse Repo Rate sebagai proksi suku bunga, volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai indikator sentimen pasar, indeks EPU yang diperoleh dari policyuncertainty.com, serta data aliran modal asing neto di Bursa Efek Indonesia. Hasil estimasi menunjukkan bahwa suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap aliran modal asing neto, yang mengindikasikan bahwa peningkatan suku bunga domestik cenderung menurunkan minat investor asing di pasar saham Indonesia. Sentimen pasar memiliki pengaruh positif dan signifikan, yang menegaskan bahwa kondisi pasar yang lebih stabil dan optimis mendorong masuknya modal asing. Sementara itu, ketidakpastian kebijakan ekonomi terbukti memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap aliran modal asing, mencerminkan menurunnya kepercayaan investor akibat ketidakjelasan arah kebijakan ekonomi. Uji kointegrasi menunjukkan adanya hubungan jangka panjang yang konsisten antara ketiga variabel independen dan aliran modal asing neto. Temuan ini menegaskan pentingnya stabilitas kebijakan moneter, pengelolaan ekspektasi pasar, serta konsistensi kebijakan ekonomi dalam menjaga daya tarik pasar saham Indonesia bagi investor global.
Mengungkap Akar Penyebab Korupsi sebagai Bentuk Fraud di Sektor Publik pada PT Pertamina Tahun 2025 Faaiqotun Nikmah Irsyani; Tiffany Shahnaz Wati; Maslina Samosir; Abigaiel Chrislovelan Lesbasa; Tries Ellia Sandari
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.4108

Abstract

Korupsi sebagai bentuk fraud di sektor publik merupakan isu yang terus menjadi perhatian dalam tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia. Kompleksitas operasional, besarnya nilai transaksi, serta lemahnya pengawasan internal menyebabkan sektor ini memiliki risiko fraud yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab korupsi pada kasus PT Pertamina tahun 2025 dengan menggunakan perspektif fraud dalam sektor publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus. Data diperoleh melalui studi dokumentasi dan literature review yang bersumber dari laporan lembaga resmi, jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, serta media kredibel seperti ACFE, OECD, Transparency International, dan Reuters. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan mengacu pada teori Fraud Triangle dan Fraud Hexagon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korupsi dipengaruhi oleh faktor individu, organisasi, dan sistem yang saling berinteraksi. Faktor individu meliputi tekanan finansial dan rasionalisasi, sedangkan faktor organisasi berkaitan dengan lemahnya pengendalian internal, rendahnya transparansi, dan kurang efektifnya pengawasan. Pada level sistem, kompleksitas regulasi dan adanya celah kebijakan meningkatkan risiko penyalahgunaan wewenang dan kolusi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa faktor organisasi dan sistem menjadi faktor yang paling dominan dibanding faktor individu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fraud di sektor publik tidak hanya dipengaruhi oleh perilaku individu, tetapi juga oleh kelemahan tata kelola dan sistem pengawasan organisasi. Oleh karena itu, penguatan pengendalian internal, transparansi, dan budaya integritas menjadi langkah penting dalam pencegahan korupsi di sektor publik.