Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi senyawa baru sebagai inhibitor biologis dengan menggunakan pendekatan pemodelan molekuler dan simulasi dinamika. Senyawa A, B, dan C diuji melalui docking molekuler menggunakan AutoDock Vina dan analisis dinamika molekuler dilakukan dengan perangkat lunak GROMACS untuk menilai stabilitas kompleks senyawa-target. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa senyawa A memiliki energi ikatan yang lebih rendah (-10.5 kcal/mol) dan interaksi lebih stabil dibandingkan senyawa B (-8.2 kcal/mol) dan C (-7.5 kcal/mol). Simulasi dinamika selama 50 ns menunjukkan bahwa kompleks A-target memiliki fluktuasi RMSD yang stabil (< 2 Å) dan mempertahankan lebih dari 5 ikatan hidrogen yang signifikan. Uji in vitro pada sel HeLa Hela menunjukkan bahwa senyawa A memiliki aktivitas sitotoksik yang lebih kuat dengan nilai IC50 sebesar 10 µM, sedangkan senyawa B dan C masing-masing memiliki IC50 sebesar 20 µM dan 30 µM. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi berbasis molekuler dalam pengembangan obat dan memberikan dasar untuk penelitian lebih lanjut terhadap mekanisme aksi serta potensi efek samping dari senyawa A.
Copyrights © 2025