Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menafsirkan kedalaman representasi gender dalam film Indonesia kontemporer melalui lensa hermeneutika. Di tengah arus modernisasi, film menjadi artefak budaya yang merekam pergeseran peran antara maskulinitas dan feminitas. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika Paul Ricoeur, penelitian ini membedah narasi, dialog, dan simbol visual sebagai "teks" yang mengandung makna otonom. Temuan penelitian menunjukkan bahwa film kontemporer Indonesia mulai melakukan dekonstruksi terhadap stereotip gender tradisional; karakter perempuan kini ditampilkan dengan agensi yang kuat dan kemandirian ekonomi, sementara karakter laki-laki mulai ditampilkan dalam ruang-ruang domestik yang emosional. Namun, ditemukan pula adanya ambivalensi di mana nilai-nilai patriarki lama tetap terselip dalam resolusi konflik cerita. Simpulannya, meskipun terdapat kemajuan dalam representasi visual, film Indonesia masih menjadi arena negosiasi antara nilai-nilai progresif dan batasan konservatisme sosiokultural
Copyrights © 2025