Tarian Tradisional Aluyen merupakan ekspresi budaya masyarakat Papua Barat Daya, khususnya suku Moi, yang menampilkan gerak dan musik sebagai simbol rasa syukur dan kegembiraan. Tarian ini memiliki nilai historis dan diwariskan turun-temurun sebagai bagian dari identitas budaya setempat. Namun, perkembangan era digitalisasi menimbulkan tantangan bagi keberlanjutannya, karena sebagian generasi Gen Z lebih tertarik pada budaya populer Barat dibandingkan tradisi lokal. Penelitian ini bertujuan mengetahui kontribusi atraksi wisata dalam melestarikan Tarian Aluyen di Kota Sorong. Menggunakan pendekatan kualitatif etnografi, penelitian dilakukan selama tiga bulan dan melibatkan 30 informan, terdiri dari 4 narasumber kunci dan 26 penari, termasuk kepala suku Moi, guru tari, dan para penari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tarian Aluyen mendapat respon positif dari wisatawan, dan masyarakat adat serta generasi muda berkomitmen melestarikannya melalui atraksi wisata berkelanjutan. Adapun keterbatasan penelitian meliputi jumlah informan yang sedikit dan penggunaan metode kualitatif deskriptif. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan Analisis SWOT untuk menilai faktor internal dan eksternal pelestarian budaya.
Copyrights © 2025