Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Remaja Dalam Melawan Radikalisme Dan Rasisme Fendy Cuandra; Joyceline Tan; Faradilla Shava Ramadhani; Lusi Ratnawati; Methilda Lorency Sianturi; Shelvina Shelvina
National Conference for Community Service Project (NaCosPro) Vol 4 No 1 (2022): The 4th National Conference of Community Service Project 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/nacospro.v4i1.7188

Abstract

Rasisme dan radikalisme merupakan masalah yang sudah ada sejak zaman dahulu di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Merebaknya protes anti-rasisme seperti Black Lives Matter, Papuan Lives Matter, dan Stop Asian Hate mengindikasikan mulai adanya kepedulian masyarakat terhadap isu-isu rasial, yang dimana sikap tersebut sangat patut diteladani oleh rakyat Indonesia sebagai manusia Pancasila yang adil. Hal tersebut melatar belakangi kegiatan penyuluhan ini, yakni sebagai upaya edukasi terhadap siswa/i SMPK Yos Sudarso Batam untuk menimbulkan kesadaran mereka dalam melawan radikalisme dan rasisme. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data dengan metode wawancara. Hasil yang diperoleh dari adanya penelitian ini yaitu meningkatnya semangat para siswa SMPK Yos Sudarso Batam dalam menyikapi rasisme dan radikalisme sebagai isu sosial yang perlu ditentang.
Wisata Budaya dan Pelestarian Melalui Atraksi Tarian Tradisional Aluyen di Papua Barat Daya Oda IB Hariyanto; Methilda Lorency Sianturi; Dame Afrina Sihombing
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 8, No 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.8.2.117-127.2025

Abstract

Tarian Tradisional Aluyen merupakan ekspresi budaya masyarakat Papua Barat Daya, khususnya suku Moi, yang menampilkan gerak dan musik sebagai simbol rasa syukur dan kegembiraan. Tarian ini memiliki nilai historis dan diwariskan turun-temurun sebagai bagian dari identitas budaya setempat. Namun, perkembangan era digitalisasi menimbulkan tantangan bagi keberlanjutannya, karena sebagian generasi Gen Z lebih tertarik pada budaya populer Barat dibandingkan tradisi lokal. Penelitian ini bertujuan mengetahui kontribusi atraksi wisata dalam melestarikan Tarian Aluyen di Kota Sorong. Menggunakan pendekatan kualitatif etnografi, penelitian dilakukan selama tiga bulan dan melibatkan 30 informan, terdiri dari 4 narasumber kunci dan 26 penari, termasuk kepala suku Moi, guru tari, dan para penari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tarian Aluyen mendapat respon positif dari wisatawan, dan masyarakat adat serta generasi muda berkomitmen melestarikannya melalui atraksi wisata berkelanjutan. Adapun keterbatasan penelitian meliputi jumlah informan yang sedikit dan penggunaan metode kualitatif deskriptif. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan Analisis SWOT untuk menilai faktor internal dan eksternal pelestarian budaya.