Tulisan ini membahas peran krusial perempuan Batak Toba dalam pelestarian lingkungan, khususnya di kawasan Samosir, Sumatera Utara. Meskipun sering kali diabaikan dalam pengambilan keputusan terkait sumber daya alam, perempuan memiliki pengetahuan tradisional yang mendalam serta keterampilan dalam pengelolaan ekosistem yang berkelanjutan. Melalui pendekatan ekofeminisme, artikel ini mengungkap hubungan antara ketidakadilan gender dan kerusakan lingkungan, serta bagaimana perempuan menjadi garda terdepan dalam perjuangan melawan eksploitasi sumber daya oleh perusahaan besar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menggabungkan studi literatur dan wawancara mendalam dengan tokoh perempuan adat. Hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan akses pendidikan dan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan sangat penting untuk keberlanjutan lingkungan. Dengan melibatkan perempuan dalam pengelolaan sumber daya, masyarakat dapat mencapai pembangunan yang lebih adil dan berkelanjutan. Kesimpulan ini mendorong perlunya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat sipil, dan komunitas lokal untuk memberdayakan perempuan dalam menjaga lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.
Copyrights © 2024