Media animasi memiliki potensi strategis sebagai medium komunikasi visual yang mampu menyampaikan pesan kompleks secara menyenangkan, kreatif, dan menyentuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana animasi pendek berjudul “Sekilas” yang diproduksi oleh Komunitas Rumah Animasi Universitas Budi Luhur membangun narasi ekologis melalui pendekatan visual dan emosional untuk meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan hidup. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis semiotika visual, penelitian ini menggali struktur narasi visual, pesan-pesan simbolik, serta nilai-nilai moral yang terkandung dalam rangkaian scene animasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa animasi “Sekilas” menggunakan pendekatan artistik yang kuat untuk menyoroti krisis ekologi akibat ulah manusia, dengan menyusun transformasi emosional karakter utama dari ketidaksadaran menuju kesadaran ekologis. Visualisasi kehancuran alam, simbolisasi musibah, serta penggambaran refleksi diri menjadi elemen utama yang memperkuat pesan moral dalam durasi singkat selama 3 menit 40 detik. Temuan ini memperlihatkan bahwa animasi bukan sekadar produk hiburan, tetapi juga bentuk komunikasi moral yang strategis untuk generasi muda, dengan potensi membentuk pola pikir baru tentang pentingnya tanggung jawab terhadap alam. Penelitian ini kemudian menyimpulkan bahwa kekuatan animasi sebagai bentuk kreativita mampu menghadirkan visual yang menjadi sarana komunikasi lingkungan yang efektif, interaktif, dan menggugah kesadaran publik secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025