Pantarei: Jurnal Kreativitas dan Inovasi
PANTAREI Journal is a peer-reviewed academic journal that serves as a multidisciplinary forum for critical inquiry and scholarly discussion on creativity and innovation within the contexts of education, art, and social sciences. The journal integrates both theoretical perspectives and practical applications, aiming to bridge the gap between academic research and the evolving realities of creative practices in the digital era. As an inherently interdisciplinary field, the study of creativity and innovation in this journal encompasses a wide range of disciplines, including design, media and communication, information technology, digital arts, entrepreneurship, and cultural studies. In addition, the journal welcomes contributions from emerging and intersecting areas such as artificial intelligence (AI), cognitive science, psychology, sociology, anthropology, philosophy, and human–technology interaction. The journal places particular emphasis on research that explores the role of technology, visuality, and creative practices in shaping contemporary learning processes, artistic expression, and social dynamics. Key topics include technology-driven design, digital art, interactive media, data visualization, interactive storytelling, and the socio-cultural impact of technological development. PANTAREI Journal also acknowledges the importance of culturally grounded practices, highlighting how local knowledge, identity, and traditions interact with global trends in creative and technological development. Through this perspective, the journal contributes not only to academic advancement but also to a deeper understanding of the social and cultural dimensions of creativity. While creativity and innovation span many aspects of human life, PANTAREI Journal maintains a focused scope on contributions relevant to education, art, and social sciences, particularly in relation to the creative industries and digital transformation. Submissions are expected to provide clear contributions to the advancement of knowledge and practice in these areas. PANTAREI Journal is published twice a year and welcomes high-quality submissions from academics, researchers, and practitioners engaged in the study and development of creativity and innovation within educational, artistic, and social contexts.
Articles
16 Documents
“Sekilas” dan Kesadaran Ekologis dalam Narasi Visual: Studi Kreativitas Media Animasi sebagai Strategi Komunikasi Lingkungan: “Sekilas” dan Kesadaran Ekologis dalam Narasi Visual: Studi Kreativitas Media Animasi sebagai Strategi Komunikasi Lingkungan
Dominggo Subandrio
Pantarei Vol 1 No 1 (2025): Ekologi Digital Kreatif: Interseksi Seni, Teknologi, dan Komunikasi di Era Transf
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36080/ptr.v1i1.265
Media animasi memiliki potensi strategis sebagai medium komunikasi visual yang mampu menyampaikan pesan kompleks secara menyenangkan, kreatif, dan menyentuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana animasi pendek berjudul “Sekilas” yang diproduksi oleh Komunitas Rumah Animasi Universitas Budi Luhur membangun narasi ekologis melalui pendekatan visual dan emosional untuk meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan hidup. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis semiotika visual, penelitian ini menggali struktur narasi visual, pesan-pesan simbolik, serta nilai-nilai moral yang terkandung dalam rangkaian scene animasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa animasi “Sekilas” menggunakan pendekatan artistik yang kuat untuk menyoroti krisis ekologi akibat ulah manusia, dengan menyusun transformasi emosional karakter utama dari ketidaksadaran menuju kesadaran ekologis. Visualisasi kehancuran alam, simbolisasi musibah, serta penggambaran refleksi diri menjadi elemen utama yang memperkuat pesan moral dalam durasi singkat selama 3 menit 40 detik. Temuan ini memperlihatkan bahwa animasi bukan sekadar produk hiburan, tetapi juga bentuk komunikasi moral yang strategis untuk generasi muda, dengan potensi membentuk pola pikir baru tentang pentingnya tanggung jawab terhadap alam. Penelitian ini kemudian menyimpulkan bahwa kekuatan animasi sebagai bentuk kreativita mampu menghadirkan visual yang menjadi sarana komunikasi lingkungan yang efektif, interaktif, dan menggugah kesadaran publik secara berkelanjutan.
Pemanfaatan ChatGPT terhadap Kreativitas Desain dan Pembentukan Personal Branding Mahasiswa: Studi Kuantitatif dalam Konteks Manajemen Komunikasi Digital: STUDI KUANTITATIF DALAM KONTEKS MANAJEMEN KOMUNIKASI DIGITAL
dimas redita
Pantarei Vol 1 No 1 (2025): Ekologi Digital Kreatif: Interseksi Seni, Teknologi, dan Komunikasi di Era Transf
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36080/ptr.v1i1.266
Kemunculan kecerdasan buatan generatif seperti ChatGPT telah membuka peluang baru dalam proses kreatif dan strategi komunikasi personal, khususnya bagi mahasiswa di bidang desain komunikasi visual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan ChatGPT terhadap peningkatan kreativitas desain dan pembentukan personal branding di kalangan mahasiswa. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, data dikumpulkan dari 120 mahasiswa aktif jurusan Desain Komunikasi Visual di Komunitas Mahasiswa Desain (KMD) di Riau. Hasil analisis regresi linier menunjukkan bahwa frekuensi penggunaan ChatGPT memiliki korelasi positif signifikan terhadap skor kreativitas desain (r = 0.67, p < 0.01) dan persepsi keberhasilan personal branding (r = 0.54, p < 0.05). Responden melaporkan bahwa ChatGPT membantu dalam eksplorasi ide visual, menyusun narasi branding pribadi, serta mempercepat proses konseptualisasi desain. Namun, ditemukan juga indikasi penurunan orisinalitas pada responden dengan tingkat ketergantungan tinggi terhadap prompt AI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ChatGPT dapat menjadi alat bantu strategis dalam meningkatkan performa kreatif mahasiswa, dengan catatan penggunaannya bersifat kolaboratif dan tidak sepenuhnya substitutif. Implikasi penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi komunikasi digital di era AI, khususnya dalam ranah pendidikan desain dan branding personal.
Fashion sebagai Medium Visual: Analisis Kreativitas Desain dan Identitas Sosial Mahasiswa Universitas Budi Luhur
Dewi Pugersari;
Salman Alfarisi
Pantarei Vol 1 No 1 (2025): Ekologi Digital Kreatif: Interseksi Seni, Teknologi, dan Komunikasi di Era Transf
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36080/ptr.v1i1.267
Tren fashion merupakan fenomena sosial yang mengalami perubahan dinamis dan berperan dalam membentuk ekspresi identitas individu, khususnya di kalangan mahasiswa. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tren fashion terhadap perubahan gaya berpakaian mahasiswa Universitas Budi Luhur Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya seperti streetwear, oversized, retro, dan hijab casual mendominasi pilihan busana mahasiswa, dipengaruhi oleh media sosial, budaya populer, dan komunitas kampus. Temuan juga memperlihatkan bahwa motivasi mengikuti tren melibatkan faktor kepercayaan diri, eksistensi sosial, dan identitas budaya. Gaya berpakaian bukan sekadar manifestasi estetika, melainkan bagian dari dinamika sosial yang kompleks dalam lingkungan akademik. Studi ini menegaskan bahwa tren fashion berimplikasi langsung terhadap cara mahasiswa merepresentasikan diri dan berinteraksi dalam ruang sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan studi fashion design sebagai bagian dari ekspresi budaya dan identitas generasi muda
Strategi Personal Branding Melalui TikTok bagi Wirausaha Muda Indonesia: Analisis Komunikasi Digital di Era Ekonomi Kreatif: ANALISIS KOMUNIKASI DIGITAL DI ERA EKONOMI KREATIF
Syamsul Mu`arif;
Yulianto
Pantarei Vol 1 No 1 (2025): Ekologi Digital Kreatif: Interseksi Seni, Teknologi, dan Komunikasi di Era Transf
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36080/ptr.v1i1.268
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi personal branding yang digunakan oleh wirausaha muda di Indonesia melalui platform media sosial TikTok. Dalam konteks era ekonomi kreatif dan transformasi digital, media sosial tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai medium strategis dalam membangun citra personal dan memperluas jangkauan pasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-struktural terhadap 10 wirausaha muda yang aktif membangun personal brand di TikTok serta analisis konten terhadap akun mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan strategi personal branding sangat bergantung pada keautentikan narasi, konsistensi visual, interaksi dengan audiens, serta kemampuan adaptasi terhadap algoritma TikTok. Elemen storytelling, visual branding, dan penggunaan tren TikTok seperti sound viral dan hashtag challenge menjadi kunci dalam meningkatkan engagement dan memperkuat identitas brand personal. Penelitian ini memperlihatkan bahwa TikTok telah menjadi ruang strategis baru dalam lanskap komunikasi pemasaran personal yang mampu meningkatkan nilai jual serta kredibilitas wirausahawan muda. Kontribusi penelitian ini terletak pada pemahaman baru tentang strategi komunikasi personal branding yang efektif dalam ekosistem digital Indonesia, serta memberikan rekomendasi strategis bagi pelaku bisnis dan akademisi di bidang komunikasi pemasaran dan digital branding
VISUALISASI STRUKTURALISME DALAM KOMIK KOREA: FUNGSI KARAKTER DAN PERAN NARATIF PADA SOLO LEVELING
Arif Nur Hidayat;
Refino Atallah Lovan;
Fajar Setiawan;
Pandu Widigdo
Pantarei Vol 1 No 1 (2025): Ekologi Digital Kreatif: Interseksi Seni, Teknologi, dan Komunikasi di Era Transf
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36080/ptr.v1i1.270
Komik sebagai medium naratif visual telah menjadi saluran komunikasi budaya yang kuat, menawarkan representasi karakter yang kompleks dan struktur cerita yang memikat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi karakter dalam komik "Solo Leveling" karya Chu-Gong melalui pendekatan teori fungsi naratif Vladimir Propp. Komik ini menampilkan tokoh utama, Sung Jin-Woo, yang mengalami transformasi drastis dari seorang hunter terlemah menjadi tokoh heroik yang mengalahkan ancaman global. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan teknik analisis naratif, penelitian ini mengkaji 31 fungsi naratif dan tujuh tipe peran karakter sebagaimana diuraikan oleh Propp. Temuan menunjukkan bahwa struktur naratif komik ini mengikuti pola fungsional Propp dengan tingkat konsistensi tinggi. Karakter-karakter dalam "Solo Leveling" dapat diklasifikasikan secara tepat ke dalam peran seperti hero, villain, helper, donor, dan lain-lain. Analisis ini menegaskan relevansi teori Propp dalam memahami narasi modern pada media visual populer seperti manhwa. Selain itu, hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa penggunaan sistem dalam cerita sebagai agen perubahan memegang peran signifikan dalam membentuk perkembangan karakter. Narasi yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, melainkan juga mencerminkan nilai-nilai perjuangan, pengorbanan, dan kepemimpinan. Studi ini memperkaya diskursus strukturalisme dalam kajian media populer dan menawarkan landasan konseptual yang dapat diterapkan pada analisis naratif komik dan media visual serupa. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan teori naratif dalam konteks budaya populer kontemporer
Strategy HUMAS PT. PLN (Persero) Pusat Dalam Membangun Kepercayaan Masyarakat Menggunakan Kendaraan Listrik
Jeanie annisa;
Dwiky Renaldo Chandra
Pantarei Vol 1 No 1 (2025): Ekologi Digital Kreatif: Interseksi Seni, Teknologi, dan Komunikasi di Era Transf
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36080/ptr.v1i1.271
Penelitian ini membahas tentang Strategi Humas PT PLN (Persero) Pusat Dalam Membangun Kepercayaan Masyarakat Menggunakan Kendaraan Listrik. Penelitian ini menggunakan teori PENCILS meliputi Publikasi dan publisitas (publications and publicity), Penyusunan program acara (event), Berita (News), Komunitas kepedulian (community involvement), Menginformasikan citra (inform or image), Negosiasi dan pendekatan (lobbying and negotiating), Pertanggung jawaban kepada masyarakat (social responsibility). Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi yang telah dilakukan Humas PT. PLN Persero untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan kedaraan listrik melalui Publikasi kegiatan melalui media sosial, kampanye, pemberitaan, roadshow , webinar dan lainnya, Dalam hal ini PT PLN (Persero) juga menjalankan event guna meningkatkan konsumen agar menggunakan kendaraan listrik seperti penyelenggaraan event EVRace dan juga ikut andil dalam pameran kendaraan di IIMS untuk menunjukan keunggulan kendaraan listrik. Pihak humas PT PLN (Persero) juga ikut andil dalam menyebarkan informasi melalui News yang dilakukan agar informasi kendaraan listrik tersebar luas ke masyarakat, penyebaran berita dilakukan dengan media berita TV, media cetak, media digital, website PLN, dan website. Dalam community involvement Humas PLN menyelenggarakan program-program kendaraan listrik dengan melibatkan beberapa komunitas kendaraan listrik untuk menjalani program tersebut dan juga sebagai ajang promosi kendaraan listrik. Situasi tersebut juga membangun image terkait kendaraan listrik yang membentuk citra positif kendaraan listrik pada masyarakat dengan terus melakukan promosi dan edukasi, mengumpulkan pendapat masyarakat dan lainnya. Dalam proses lobi dan negosiasi, Humas PT PLN (Persero) bekerjasama dengan pemerintah untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang bermanfaat bagi masyarakat melalui produksi kendaraan listrik dan perusahaan teknologi. Terakhir, dalam social responsibility, H umas PT PLN (Persero) akan merespon berita negatif dengan mengolah data tersebut dan juga dilakukan secara terbuka dengan mengundang pers, memposting klarifikasi pada media sosial, juga di ikuti dengan selalu memberikan edukasi terkait kendaraan listrik serta memberi solusi seperti program bersama untuk mendukung transisi energi
REPRESENTASI BUDAYA INDONESIA PADA IKLAN INDOMIE 50 TAHUN #TERUSHIDUPKANSELERAINDONESIA
Devita Nur Soleha;
Safira Dwi Apriyani;
Elga Nugraha;
Karen Kusnadi
Pantarei Vol 1 No 1 (2025): Ekologi Digital Kreatif: Interseksi Seni, Teknologi, dan Komunikasi di Era Transf
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36080/ptr.v1i1.272
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya Indomie dalam membangun citra positif serta memperkuat kedekatannya dengan masyarakat Indonesia melalui iklan 50 Tahun Indomie #TerusHidupkanSeleraIndonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Iklan ini dipilih karena merepresentasikan nilai-nilai budaya, kedekatan emosional, dan kebanggaan nasional yang dikemas secara visual dan naratif secara kreatif. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode analisis semiotika Barthes yang mencakup tiga tahapan pemaknaan: denotasi, konotasi, dan mitos. Fokus penelitian adalah menggali bagaimana pesan-pesan visual dan naratif dalam iklan membentuk konstruksi makna di benak audiens serta bagaimana Indomie membingkai identitasnya sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia
Analisis Seni Sebagai Medium Disrupsi dalam Strategi Visual Mendorong Wacana Sosial di Era Post Truth
Aliyah;
Widya Oktary Setiawardhani;
Amanda
Pantarei Vol 1 No 2 (2026): Negosiasi Makna, Teknologi, dan Budaya Visual di Era Kecerdasan Buatan dan Media
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36080/ptr.v1i2.273
The post-truth era has given rise to an information crisis that blurs the boundaries between facts and opinions andtriggers social and political polarization in the public space. In this context, visual art is present as a medium ofdisruption that is able to intervene in dominant discourse through symbolic strategies, participatory aesthetics, andvisual criticism. This research uses a qualitative-descriptive approach with literature studies and visual semioticanalysis of the works of artists and collectives such as Taring Padi, Banksy, JR, and ruangrupa. The results show thatart not only represents social reality but actively shapes a counter-narrative to disinformation through visuals thatevoke emotions, trigger awareness, and build critical community participation. Visual art in the post-truth era used to be a strategic communication tool that was not only aesthetic but also political and ideological
Dialektika AI dan Musik- Keresahan Estetis Komposer dan Tuntutan Adaptasi Profesional
Dominikus Raharja
Pantarei Vol 1 No 2 (2026): Negosiasi Makna, Teknologi, dan Budaya Visual di Era Kecerdasan Buatan dan Media
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36080/ptr.v1i2.288
Abstract Artificial intelligence (AI) technology has profoundly influenced the music industry, particularly with the emergence of generative platforms like Suno AI, which enable the instant creation of songs. The result is a new dialectic between humans and machines. This phenomenon raises concerns among composers about professionalism and aesthetics while simultaneously opening new opportunities for creativity. Previous studies have focused more on public perception and technical aspects, while research on the composer's position from philosophical and hermeneutic perspectives remains limited. As a method for interpreting the meaning of music originating from human-machine interaction, this article employs a music philosophy approach grounded in hermeneutics and the frameworks of ontology, epistemology, and axiology. The analysis results show that the transformation of musical aesthetic values necessitates a shift in the composer's role from a sole creator to a curator and conceptor. Epistemologically, artificial intelligence blurs the distinction between music as an algorithmic product and as a human expression. Axiologically, there is a tension between musical knowledge based on tradition, intuition, and experience and AI knowledge derived from data and statistics. Approached through a hermeneutic framework, this dialectic can be understood as a multi-layered process of interpretation. In this process, composers do not merely compete with machines; they also reinterpret the role and meaning of music within the digital environment. The key finding of this article is that artificial intelligence is not only a threat but also aids in the redefinition of musical professionalism in the contemporary era. The discovery of a new philosophical synthesis is the novelty (contribution) of this research. In this synthesis, the hermeneutic collaboration between humans and artificial intelligence is posited as a more relevant alternative creative model for the dynamics of the modern music industry.
Jejak Kayu: Menggali Mitologi Jawa dalam Teknik Cetak Tinggi Kontemporer
Jimmy Ivan Suhendro;
Tri Aru Wiratno;
Walid Syarthowi Basmalah
Pantarei Vol 1 No 2 (2026): Negosiasi Makna, Teknologi, dan Budaya Visual di Era Kecerdasan Buatan dan Media
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36080/ptr.v1i2.300
The high printmaking technique is a printmaking method that involves creating prints with a carved surface to produce images in relief. This study explores the use of waste wood as a printing plate medium, which offers unique textures and motifs thanks to the varying wood grain, as well as the effects of burning, etching, and coloring. This study aims to demonstrate the novelty of the high printmaking technique by transforming the printing plate into a work of art itself, notjust a medium for printing images. The work is analyzed by identifying visual elements such as line shapes, colorcombinations, planes, spaces, and composition. Furthermore, this study adopts Javanese methodology in analyzingsymbols and stylization of forms, with Javanese mythological objects such as dragons, wayang puppets, and birds. The method used is artistic research, which utilizes artistic practice as a research tool to generate new knowledge. Primary data was collected through observation, documentation, and related journals. The results of this study demonstrate that the use of waste wood as a printing plate brings a new dimension to high printmaking, introducing artistic andphilosophical aspects that enrich the world of contemporary printmaking.