Penulisan karya ilmiah ini berfokus pada keotentikan pribadi manusia. Sejak lahir, setiap individu memiliki keotentikannya sendiri, namun sering kali keotentikan ini sulit untuk diterima atau diakui oleh lingkungan sekitar. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep menjadi pribadi yang otentik, dengan mengacu pada perspektif Armada Riyanto. Penulis menggunakan metode kepustakaan, memanfaatkan dua jenis sumber, yaitu sumber primer dan sekunder. Sumber primer berasal dari buku Armada Riyanto berjudul Menjadi Mencintai Berfilsafat Teologi Sehari-hari, khususnya subtema kebijaksanaan mengenal diri. Sumber sekunder berupa artikel, jurnal, dan buku-buku lain yang relevan dengan topik ini. Melalui kajian kepustakaan tersebut, penulis menemukan beberapa hal penting, seperti pemahaman tentang keaslian diri, cara mengatasi tantangan untuk menjadi otentik, peran pengembangan diri, serta pentingnya membangun koneksi dengan orang lain. Selain itu, keotentikan diri juga terbukti menjadi faktor yang membantu seseorang mencapai tujuan hidup. Kebijaksanaan mengenal diri membawa manusia pada kesadaran akan kebahagiaan, yang tercapai ketika seseorang menerima dan bangga dengan keotentikan dirinya. Dengan demikian, kesadaran ini dapat menciptakan relevansi baru, yakni kepercayaan diri untuk hidup otentik, yang pada akhirnya membawa pada kebahagiaan sejati.
Copyrights © 2025