Keterlambatan bicara pada usia 5-6 tahun berdampak secara signifikan pada komunikasi dan kesiapan belajar anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi guru serta kolaborasi orang tua dalam menangani keterlambatan bicara. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus. Subjek terdiri dari dua anak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi secara konsisiten, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan perbedaan karakteristik keterlambatan antara subjek ringan dan berat. Startegi guru meliputi stimulasi verbal berulang, media visual, dan aktivitas menyenangkan yang efektif. Kolaborasi dengan orang tua terbukti meningkatkan konsistensi stimulasi. Implikasi penelitian menyarankan pendekatan individual tanpa modifikasi kurikulum untuk mendukung perkembangan bahasa anak secara optimal di lingkungan sekolah dan rumah.
Copyrights © 2026