Produktivitas alat gali muat dan angkut merupakan faktor utama penentu keberhasilan operasi tambang batubara, namun sering terhambat oleh faktor eksternal seperti cuaca dan kualitas jalan. Penelitian di Pit SM-A PT XYZ, Kalimantan Timur ini menganalisis pengaruh curah hujan dan variasi kondisi jalan terhadap kinerja excavator dan dump truck. Dengan menggunakan data sekunder, dilakukan analisis sensitivitas untuk membandingkan kinerja alat pada kondisi cuaca cerah dan hujan, serta pada jalan kering, berdebu, licin, dan berlumpur. Simulasi produktivitas juga dilakukan dengan memvariasikan cycle time dan efisiensi kerja sesuai skenario tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan curah hujan memperpanjang cycle time dump truck hingga 15,6% dan menurunkan efisiensi kerja excavator hingga 12,7%. Dampaknya, produktivitas excavator menurun sebesar 5,0-16,5% dan dump truck menurun sebesar 2,8- 13,1%. Kondisi jalan basah dan berlumpur menjadi faktor dominan penurunan kinerja karena memperlambat kecepatan angkut dan memperpanjang waktu siklus. Simulasi menegaskan bahwa produktivitas maksimal dicapai pada cuaca cerah dengan jalan kering, sedangkan hujan lebat dengan jalan berlumpur menciptakan kondisi paling kritis. Oleh karena itu, pengelolaan jalan angkut yang baik serta strategi operasi yang adaptif terhadap cuaca sangat diperlukan untuk menjaga efisiensi dan keberlanjutan operasi penambangan. Kata kunci: Alat angkut, curah hujan, cycle time, kondisi jalan angkut, produktivitas
Copyrights © 2026