Kesenjangan antara kualitas kompetensi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan kebutuhan Industri, Dunia Usaha dan Dunia Kerja (IDUKA) menunjukkan bahwa implementasi Link and Match masih bersifat administratif dan belum terintegrasi dalam sistem pembelajaran. Kondisi ini mengindikasikan keterbatasan kepemimpinan kepala sekolah dalam mengoptimalkan kolaborasi dan bersinergi dengan industri sebagai strategi peningkatan mutu. Penelitian ini bertujuan menganalisis model kepemimpinan kepala sekolah berbasis Link and Match dalam meningkatkan mutu SMK Negeri 2 Pelaihari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan yang dipilih secara purposive meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru produktif, siswa, dan mitra IDUKA. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan kepimpinan kepala sekolah berperan strategis dalam meningkatkan mutu sekolah melalui penguatan Link and Match. Penelitian ini menghasilkan Model Kepemimpinan Kepala Sekolah Berbasis Link and Match yang terdiri dari lima komponen utama: (1) Kepemimpinan visioner berbasis industri, (2) Penguatan jejaring kemitraan dengan IDUKA, (3) Integrasi kurikulum berbasis industri, (4) Implementasi pembelajaran kontekstual, dan (5) Evaluasi berkelanjutan berbasis umpan balik industri.
Copyrights © 2026