Penelitian ini didorong oleh tingginya antusiasme pembaca terhadap karya fiksi masa kini 3726 MDPL, yang secara intensif mendayagunakan majas perbandingan guna mengartikulasikan gejolak emosi dan konflik internal para karakternya. Fokus utama riset ini yakni memaparkan klasifikasi gaya bahasa perbandingan sekaligus menguraikan peranan estetisnya di dalam teks fiksi tersebut. Penelitian ini dirancang dengan metode kualitatif deskriptif, menjadikan novel 3726 MDPL karangan Nurwina Sari sebagai sasaran analisis. Proses penjaringan data mengandalkan metode pembacaan cermat dan pencatatan, yang dilanjutkan dengan tahapan pengolahan meliputi reduksi, penyajian data, serta perumusan simpulan. Keabsahan temuan diverifikasi melalui pendekatan triangulasi teori. Merujuk pada perspektif teoretis Al-Ma'ruf (2010), analisis mengungkap eksistensi lima ragam kiasan perbandingan dari total 53 satuan data. Distribusi data tersebut mencakup metafora (24 temuan), personifikasi (20 temuan), simile (7 temuan), serta metonimia dan depersonifikasi (masing-masing 1 temuan), sedangkan alegori, sinekdoke, maupun eponim tidak terdeteksi. Penggunaan majas didominasi secara signifikan oleh metafora dan personifikasi. Secara fungsional, pengarang memaksimalkan nilai estetika gaya bahasa tersebut untuk memproyeksikan tekanan mental dan beban akademik tokoh secara simbolik, sembari memberikan nyawa pada elemen lanskap alam di sepanjang alur cerita.
Copyrights © 2026