Kesejahteraan psikologis siswa SMK menjadi isu penting seiring meningkatnya tekanan akademik, tuntutan kesiapan kerja, serta tingginya intensitas penggunaan media sosial pada remaja. Masa remaja sebagai fase transisi juga rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan mental, sehingga kesejahteraan psikologis menjadi aspek yang perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan kesejahteraan psikologis pada siswa SMK Negeri 5 Yogyakarta. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan negatif antara kedua variabel tersebut, di mana semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial maka semakin rendah tingkat kesejahteraan psikologis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel sebanyak 151 siswa kelas XI yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang mengukur kesejahteraan psikologis berdasarkan enam aspek, yaitu penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi, serta intensitas penggunaan media sosial yang meliputi frekuensi, durasi, keterikatan emosional, dan integrasi dalam kehidupan sehari-hari. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi nonparametrik Spearman rank dengan bantuan perangkat lunak JAMOVI. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = -0,059 dengan nilai signifikansi p = 0,236 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan kesejahteraan psikologis. Dengan demikian, hipotesis ditolak. Temuan ini menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis siswa lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti dukungan sosial, kondisi keluarga, dan regulasi emosi.
Copyrights © 2026