Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana lembaga layanan publik merespons kebutuhan psikologis pasca-bencana, terutama di kalangan kelompok rentan seperti anak-anak, setelah letusan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis data sekunder yang berasal dari literatur relevan, laporan resmi, dan studi-studi sebelumnya tentang manajemen bencana dan pemulihan psikososial. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa layanan publik memainkan peran penting tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan dasar, seperti tempat tinggal, makanan, dan logistik, tetapi juga dalam mendukung pemulihan psikologis melalui program penyembuhan trauma yang terstruktur. Program-program ini mencakup terapi bermain, bercerita, dan intervensi berbasis komunitas, yang efektif dalam membantu anak-anak mengekspresikan emosi, mengurangi kecemasan, dan secara bertahap pulih dari pengalaman traumatis. Di daerah evakuasi, layanan psikososial lebih efektif ketika didukung oleh kolaborasi yang kuat antara lembaga pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan relawan, yang memungkinkan penyampaian layanan yang terkoordinasi dan komprehensif. Namun, beberapa tantangan masih ada, termasuk keterbatasan ketersediaan sumber daya manusia profesional dalam layanan kesehatan mental, distribusi layanan yang tidak merata, dan kurangnya program kesehatan mental jangka panjang yang berkelanjutan bagi para penyintas. Studi ini menekankan pentingnya mengintegrasikan dukungan psikososial ke dalam kebijakan manajemen bencana dan memperkuat kapasitas lembaga layanan publik untuk memastikan proses pemulihan yang komprehensif, adaptif, dan inklusif bagi komunitas yang terdampak bencana.
Copyrights © 2026