Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Fishbone Pengambilan Keputusan Kebijakan Normalisasi Sungai di Kota Surabaya Muhammad Bangkit Adi Kusuma; Haryo Febrian Asmali Yudha; M. Noer Falaq Al Amin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1042

Abstract

Banjir adalah permasalahan signifikan di Kota Surabaya. Normalisasi sungai dapat menjadi salah satu langkah untuk menanggulangi masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi faktor-faktor yang memiliki dampak pada keputusan kebijakan normalisasi sungai di Surabaya dan memberikan rekomendasi kebijakan yang tepat. Hasil studi menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang memengaruhi proses pengambilan keputusan, antara lain faktor manusia, faktor ekonomi, faktor hukum, faktor lingkungan, faktor teknis, faktor sosial dan budaya. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, permasalahan normalisasi sungai di Surabaya merupakan permasalahan yang kompleks dengan akar permasalahan yang bersifat multidimensi, seperti perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan, kurangnya kesadaran, lemahnya penegakan hukum, keterbatasan anggaran, dan infrastruktur yang belum memadai. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan upaya yang komprehensif dan terpadu dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan yaitu dengan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesadaran tentang kebersihan sungai dan pengelolaan sampah, penegakan hukum terhadap pencemaran sungai, koordinasi antara pemerintah, masyarakat, industri dan akademisi, partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan program normalisasi sungai, serta penelitian dan inovasi teknologi pengelolaan sungai yang mampu mengatasi pencemaran dan pendangkalan sungai secara efektif dan efisien. Dengan kerja sama dan komitmen semua pihak diharapkan permasalahan banjir di Surabaya dapat teratasi dengan baik.
Peran Media Sosial Dalam Proses Pengambilan Keputusan Politik Melalui Pendekatan Problem Tree Analysis Alvionita Argi Rahmawati; Metha Binety Maharani; M. Noer Falaq Al Amin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1043

Abstract

Media sosial sangat berperan penting dalam mempengaruhi masyarakat atau publik dalam menentukan pengambilan keputusan. Media sosial tidak hanya berperan sebagai tempat komunikasi, namun juga wadah untuk mengakses informasi lebih banyak dan lebih luas lagi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran media sosial di lingkup proses pengambilan keputusan politik melalui penyebab dan dampak yang ditimbulkan oleh media sosial dalam proses pengambilan keputusan politik. Metode yang digunakan yaitu dengan kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan problem tree analysis. Data diambil lewat sumber-sumber kepustakaan (literatur review). Hasil dari penelitian ini didapati bahwa penggunaan media sosial memberikan dampak yang dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan politik. Media sosial memang memudahkan masyarakat mengakses segala informasi yang dibutuhkan untuk bisa menambah wawasan masyarakat. Akan tetapi, penggunaan media sosial yang tidak digunakan dengan bijak saat mencerna informasi yang didapatkan atas berita-berita yang mengandung perpecahan, bersifat hoax atau bohong, mengandung isu sara, agama, dan lainnya yang mana akan menghasilkan pengambilan keputusan yang berdampak buruk. Dalam prosesnya media sosial menimbulkan permasalahan, salah satunya adalah maraknya echo chamber dan polarisasi politik yang menimbulkan konflik sosial. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pengguna media sosial yang memanfaatkan media sosial untuk kempanye negatif, algoritna media sosial yang seringkali menampilkan konten yang serupa dengan minat pengguna, dan iklan politik dan propaganda yang menargetkan pemilih di media sosial, sehingga menghambat proses pengambilan keputusan politik. Kata kunci: Media Sosial, Pengambilan Keputusan, Politik, Problem Tree Analysi
Analisis Pengambilan Keputusan Rasionalitas Pada Kebijakan Presiden Dibawah Umur 40 Tahun Yang diTetapkan Oleh Mahkamah Konstitusi (MK) Naufal Syaraful Wafa’; Ilhamsyah gema fitrah; M. Noer Falaq Al Amin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1045

Abstract

A thorough examination of the temporal dynamics of politics is undertaken in this study. Just days before the last deadline for presidential and vice presidential candidates to register, the public was stunned by the contentious judgement of the Constitutional Court (MK). This research seeks to utilise a rational decision-making framework to understand the rationale behind the Constitutional Court's (MK) ruling on the eligibility of presidential and vice presidential candidates under the age of 40, as outlined in article 90/PUU-XXI/2023. This ruling is a continuation of the previous article, specifically Article 169 letter q of Law Number 7 of 2017 concerning Elections, which established this age limit. In addition to original data collected from applicable statutes, journals, and other sources, this study employs a literature review methodology. this study delves into the relationship between the determination process and article 90/PUU-XXI/2023. The participants in this research demonstrated a comprehension of rational choice principles and the process of choosing presidential and vice presidential candidates, according to the findings. As well as showing that the decisions decided are subjective and irrational because they focus on actors because actors are considered as humans with goals, which means they perform certain actions and goals to achieve their goals.
Analisis Kebijakan Suroboyo Bus Dalam Mengatasi Kemacetan Di Kota Surabaya Melalui Probelm Tree Analysis Achmad Farhan Dwi Kusuma; Rifqi Akmal Muttaqin; M. Noer Falaq Al Amin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1047

Abstract

Surabaya merupakan kota terbesar kedua setelah Jakarta sekaligus menjadi ibu kota provinsia Jawa Timur dimana jika menjadi salah satu kota terbesar tidak terlepas dari permasalahan yang terus mengikuti. Peningkatan kualitas hidup di kota-kota besar menjadi salah satu permasalahan yang mengakar karena peningkatan jumlah perpindahan penduduk dari luar kota juga akan terus meningkat dan menyebabkan terjadinya kepadatan penduduk. Meningkatnya penduduk yang ada di Surabaya tentu meningkatkan kebutuhan kepada transportasi yang akan menyebabkan kemacetan di setiap jalan. Maka dari itu Suroboyo Bus diciptakan dalam salah satu alternatif untuk mengatasi kemacetan di Kota Surabaya. tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kebijakan Kota Surabaya dalam mengatasi kemacetan menggunakan Suroboyo Bus melalui teori pengambilan keputusan yakni teori rasional komprehensif. Hasil penelitian ini berfokus pada 3 indikator yaitu fasilitas, sumber daya manusia dan jalur. Dari fasilitas yang disediakan oleh Dinas Perhubungan sudah sangat baik dan memuaskan bagi para penumpang, sumber daya manusia yang mengelola program Suroboyo Bus telah melakukan tugas mereka dengan baik, rute yang disediakan dalam Suroboyo Bus juga sudah baik tetapi Suroboyo Bus sendiri tidak memiliki jalur khusus untuk beroperasi sehingga masih membuat kemacetan dikarenakan ukuran fisik dari Suroboyo Bus terlalu memakan tempat.
Analisis Implementasi E-Musrenbang Terhadap Perencanaan Pembangunan di Kota Surabaya dengan Pendekatan Problem Tree Analysis Bella Nofita Ramadani; Rachel Amanda Delia; M. Noer Falaq Al Amin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1057

Abstract

Development planning is one of the important processes to improve the welfare of people in a region. In addition to issuing decentralization and regional autonomy policies to accelerate regional development and decision-making, the government also issued a Musrenbang program, which is now adapted to the progress of time to develop into E-Musrenbang. E-Musrenbang was created to overcome the problems in the conventional musrenbang system. Surabaya City is one of the cities that have successfully implemented E-Musrenbang, but in its implementation there are still gaps to be improved. The purpose of this study is to analyze the level of participation of the Surabaya community in the E-Musrenbang program. This research uses literature review and problem tree analysis methods. The results of this study focus on analyzing the problems that cause the low level of participation of the Surabaya community in several areas.  Some of the problems include the lack of socialization and education about the E-Musrenbang program, not all people have access to the Internet, the E-Musrenbang system is considered complicated and difficult to use by most ordinary people, and finally the lack of public trust in the government.
Analisis Program Pendidikan Inklusif bagi Disabilitas di Kota Kediri dengan Perspektif Problem Tree Analysis Iin Rohmatul Marfu’ah; Dicken Naluraning Yasmara; M. Noer Falaq Al Amin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1100

Abstract

Pendidikan inklusif telah menjadi fokus utama dalam sistem pendidikan Indonesia untuk memastikan bahwa semua siswa, termasuk penyandang disabilitas, menikmati hak atas pendidikan yang setara. Namun, terlepas dari upaya tersebut, masih terdapat berbagai tantangan dalam pelaksanaan program ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis program inklusivitas pendidikan di Kota Kediri, meliputi pengambilan keputusannya, hambatan pelaksanaan, dan hasil yang diharapkan. Studi literatur digunakan sebagai metode penelitian untuk memahami berbagai aspek terkait program pendidikan inklusif. Program tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, antara lain diskriminasi, prasangka, rendahnya kesadaran sosial, rendahnya tingkat pendidikan, tidak meratanya akses terhadap pendidikan, dan terbatasnya akses fisik, serta jarak dan jumlah sekolah. Analisis pohon masalah digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab dan akibat dari permasalahan yang dihadapi selama pelaksanaan program. Analisis tersebut menemukan bahwa diskriminasi, prasangka, dan kurangnya kesadaran sosial merupakan hambatan utama, sementara akses yang tidak setara terhadap pendidikan dan terbatasnya akses fisik juga berkontribusi terhadap sulitnya menyediakan pendidikan yang adil dan inklusif. Meski demikian, program pendidikan inklusif yang dilakukan Kota Kediri telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan partisipasi siswa penyandang disabilitas pada pendidikan formal.
IMPLEMENTASI PEMANTAUAN DAN EVALUASI KINERJA PENYELENGGARAAN PELAYANAN PUBLIK (PEKPPP) MANDIRI PADA BAGIAN ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN SIDOARJO Deni Yuda Fatria; Tjitjik Rahaju; Indah Prabawati; M. Noer Falaq Al Amin
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i1.1878

Abstract

Kualitas pelayanan publik di Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan seperti keterlambatan pelayanan, penyimpangan prosedur, dan rendahnya kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP Mandiri) pada Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap enam informan dari Bagian Organisasi dan Unit Pelayanan Publik. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PEKPPP Mandiri telah berjalan cukup efektif berdasarkan teori implementasi kebijakan Edward III. Komunikasi dilakukan melalui berbagai media dan bimbingan teknis, meskipun surat rekomendasi masih kurang rinci. Sumber daya, fasilitas, dan anggaran dinilai cukup memadai walaupun terdapat tantangan peningkatan beban kerja. Pelaksana menunjukkan komitmen yang baik melalui penugasan formal dan sistem insentif berbasis kinerja. Struktur birokrasi juga telah berjalan tertib meskipun SOP formal belum tersedia. Kesimpulannya, PEKPPP Mandiri berkontribusi dalam meningkatkan kinerja pelayanan publik di Kabupaten Sidoarjo, namun masih memerlukan penguatan mekanisme tindak lanjut, kolaborasi kelembagaan, dan standardisasi SOP
Evaluasi Manajemen Pascabencana Tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah Syaroni; Arshafa Rayya Maulidya; Christine Cicilia Sinaga; Chelomitha Dini Aprillia Putri; Mohammad Fauzan Al Angsyari; Cahyo Bagus Alfian; M. Noer Falaq Al Amin; Nuh Krama Hadianto
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6210

Abstract

Bencana tsunami yang melanda Kota Palu pada tahun 2018 menimbulkan dampak multidimensional pada aspek sosial, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen pascabencana di Kota Palu menggunakan pendekatan Build Back Better dalam kerangka Sendai Framework 2015–2030. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui analisis deskriptif-analitis terhadap berbagai jurnal ilmiah, laporan resmi, serta dokumen kebijakan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi telah dilaksanakan pada berbagai sektor, meliputi pemulihan infrastruktur, sosial, ekonomi, dan tata kelola. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti koordinasi antar lembaga yang belum optimal, keterbatasan kapasitas kelembagaan, serta belum terintegrasinya pendekatan berbasis risiko dalam pembangunan daerah. Selain itu, proses pemulihan kelompok rentan, pelaku UMKM, serta penguatan mitigasi berkelanjutan masih memerlukan perhatian yang lebih konsisten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen pascabencana di Kota Palu perlu diperkuat melalui peningkatan koordinasi lintas sektor, penguatan kapasitas kelembagaan, integrasi mitigasi risiko, serta pemberdayaan masyarakat guna mewujudkan pemulihan yang tangguh dan berkelanjutan
Analisis Manajemen Pasca-Bencana dan Strategi Mitigasi Risiko: Studi Kasus Pemulihan Tragedi Kanjuruhan Malang Nabil Nazhif Fikri Ahmad; Annisa Hangesti Prihaningrum; Zeni Fradita Sari; Keisya Reydi Natasya Sifa; Ratnasari Dewi Faradilla; M. Noer Falaq Al Amin; Nuh Krama Hadianto
ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/exr2jy75

Abstract

This study aims to examine post-disaster management and identify weaknesses and strategies for mitigating the risks of the Kanjuruhan Tragedy in Malang, which occurred in 2022. This incident was a non-natural disaster, caused by a failure in event management and security systems at large public events. This study employed a qualitative approach through literature review, collecting secondary data from various journals, official reports, and other relevant sources. The findings revealed that the Kanjuruhan Tragedy was caused by several key factors, such as stadium overcapacity, the use of tear gas, and weak evacuation systems and inter-agency coordination. In post-disaster management, the government has implemented several initiatives, including medical treatment, psychosocial recovery, and policy evaluation through new regulations. However, weaknesses remain in terms of risk mitigation and accountability. Therefore, a more comprehensive mitigation strategy is needed, including strengthening regulations, improving stadium safety standards, and improving peatland management to prevent similar incidents in the future.
Dinamika Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Kebakaran: Perspektif Edukasi dan Literasi Bencana Zahra Prima Putri Regina; Sahiddna As Shiddiq Putri Argananto; Fakhri Ramadhan Najmuddin Rahman; Dhea Ananta Sindi Fabila; Maghfiroh Hefril Gatmalia; Naina Vira Sakina; M. Noer Falaq Al Amin; Nuh Krama Hadianto
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 23 No. 1 (2026): Juni: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v23i1.461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran di Kota Surabaya dari sudut pandang pendidikan dan pemahaman tentang bencana. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan mengkaji berbagai sumber akademis yang relevan melalui studi pustaka, seperti jurnal, laporan penelitian, dan dokumen resmi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ancaman kebakaran di Surabaya masih tergolong signifikan, dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, infrastruktur yang kurang memadai, serta perilaku warga. Tingkat kesiapan masyarakat masih berada dalam proses pengembangan, terlihat dari adanya celah antara pengetahuan yang dimiliki dan pelaksanaan tindakan yang nyata. Walaupun warga telah memiliki pemahaman dasar terkait risiko kebakaran, keterampilan untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam kondisi darurat masih rendah. Pendidikan bencana berfungsi untuk meningkatkan pengetahuan, sedangkan pemahaman bencana berperan dalam kemampuan masyarakat untuk menangkap dan menerapkan informasi tersebut. Meskipun demikian, distribusi pendidikan yang belum merata dan akses pelatihan yang terbatas menjadi tantangan dalam peningkatan kesiapsiagaan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan terpadu melalui pendidikan berkelanjutan, peningkatan pemahaman tentang bencana, penyediaan fasilitas pendukung, serta peningkatan partisipasi masyarakat untuk mendorong upaya mitigasi yang lebih aktif.