ABSTRACT This community service programme aimed to empower the Citra Lestari Women Farmers Group in Sungai Besar, South Banjarbaru District, Banjarbaru City, through training on processing fish waste into organic poultry feed in the form of fish meal and fish silage. The activity was conducted in August 2025 and involved 20 participants from diverse occupational backgrounds, most of whom were small-scale livestock keepers. The programme employed a participatory approach consisting of initial interviews, theoretical training, demonstrations, and hands-on practice. Evaluation was carried out through pre-test and post-test, observation of participants’ practical skills, and proximate analysis of the products. The results showed that participants’ understanding of the training materials increased to the range of 75%–85%. Participants were generally able to identify suitable raw materials, understand the basic principles of fish waste processing, and produce fish meal and fish silage with acceptable physical qualities. The proximate analysis indicated that the fish meal contained 53.7% crude protein, while the fish silage contained 27.88% crude protein. About 50% of participants expressed willingness to continue applying the technology after the programme. These findings indicate that fish-waste-based feed processing training can strengthen community capacity, improve local resource utilisation, and support the development of alternative poultry feed at the community level. Keywords: fish waste; fish meal; fish silage; organic poultry feed; women farmers group ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Wanita Tani Citra Lestari di Kelurahan Sungai Besar, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, melalui pelatihan pengolahan limbah ikan menjadi pakan unggas organik dalam bentuk tepung ikan dan silase ikan. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus 2025 dengan melibatkan 20 peserta yang memiliki latar belakang profesi beragam, meskipun sebagian besar berprofesi sebagai peternak. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi wawancara awal, pelatihan teoritis, demonstrasi, dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi keterampilan peserta selama praktik, serta uji proksimat terhadap produk yang dihasilkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman peserta terhadap materi meningkat hingga berada pada kisaran 75%–85%. Peserta umumnya mampu mengenali bahan baku yang layak, memahami prinsip dasar pengolahan limbah ikan, serta menghasilkan tepung ikan dan silase ikan dengan mutu fisik yang baik. Hasil uji proksimat menunjukkan bahwa tepung ikan mengandung protein 53,7%, sedangkan silase ikan mengandung protein 27,88%. Sebanyak 50% peserta menyatakan keinginan untuk melanjutkan penerapan teknologi setelah kegiatan berakhir. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan pengolahan limbah ikan dapat memperkuat kapasitas masyarakat, meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal, dan mendukung pengembangan pakan alternatif bagi unggas pada tingkat kelompok. Kata kunci: limbah ikan; tepung ikan; silase ikan; pakan unggas organik; kelompok wanita tani
Copyrights © 2026