ABSTRACT This community service program aimed to improve the knowledge and practical skills of mosque committees and local community members in selecting and inspecting qurban animals in accordance with the ASUH principles (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) in Sidoarjo Regency. The activity was carried out at Masjid Al Ihsan, Pesona Sekar Gading Housing Complex, Sekardangan Village, and involved 25 participants consisting of mosque committee representatives and housewives. The program applied an educative and practical approach through counseling sessions, antemortem and postmortem examination training, supervised slaughtering practice, and hygienic meat handling and packaging. Evaluation was conducted using pre-test, post-test, questionnaires, and direct observation during the implementation process. The results showed an increase in participants’ understanding of zoonotic diseases by 40%, antemortem examination by 50%, slaughtering techniques by 40%, postmortem examination by 35%, recognition of healthy meat and organs by 35%, and hygienic meat packaging by 40%. Participants were actively involved in both discussion and practice sessions, indicating strong interest and relevance of the topic to community needs. The program was effective in strengthening community capacity to support the implementation of healthy, hygienic, and safe qurban practices in line with the ASUH principles. Keywords: qurban animals; ASUH; antemortem; postmortem; meat hygiene ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis takmir masjid serta masyarakat dalam pemilihan dan pemeriksaan hewan kurban sesuai prinsip aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) di Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan dilaksanakan di Masjid Al Ihsan, Perumahan Pesona Sekar Gading, Kelurahan Sekardangan, dengan melibatkan 25 peserta yang terdiri atas perwakilan takmir masjid dan ibu rumah tangga. Program dilaksanakan melalui pendekatan edukatif dan aplikatif berupa penyuluhan, pelatihan pemeriksaan antemortem dan postmortem, pendampingan penyembelihan, serta praktik penanganan dan pengemasan daging secara higienis. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, angket, dan pengamatan langsung selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang penyakit zoonosis sebesar 40%, pemeriksaan antemortem sebesar 50%, teknik penyembelihan sebesar 40%, pemeriksaan postmortem sebesar 35%, pengenalan ciri daging dan jeroan yang sehat sebesar 35%, serta teknik pengemasan daging yang higienis sebesar 40%. Peserta terlibat aktif dalam diskusi maupun praktik, yang menunjukkan tingginya minat dan relevansi topik dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini efektif dalam memperkuat kapasitas masyarakat untuk mendukung pelaksanaan kurban yang sehat, higienis, dan aman sesuai prinsip ASUH. Kata kunci: hewan kurban; ASUH; antemortem; postmortem; higienitas daging
Copyrights © 2026