Di era digital yang serba cepat, fenomena perilaku egosentris semakin nyata terasa dalam kehidupan generasi Z. Penelitian ini bertujuan menciptakan karya lukis yang mampu merepresentasikan perilaku egosentris secara imajinatif dan komunikatif dengan gaya pop surealistik. Metode yang digunakan mengacu pada metode yang diusulkan dalam konsorsium seni meliputi tahap persiapan, elaborasi, sintesis, realisasi konsep, dan penyelesaian. Hasil penelitian berupa sepuluh karya lukis berukuran 100 × 120 cm pada media kanvas yang merepresentasikan berbagai manifestasi perilaku egosentris dalam kehidupan modern, dengan fokus pada sepuluh judul: Mine Not My Mind, Duniaku, Terikat Benang, Pesta, Atur, Timbangan Yang Tidak Pernah Puas, Suara Yang Tidak Mau Didengar, Banjir?, Ruang Cermin, dan Dinner: Like and Attention. Karya yang dihasilkan menampilkan eksplorasi visual pop surealistik yang menonjolkan kritik sosial terhadap sikap narsisme, ketidakpedulian terhadap orang lain, dan obsesi terhadap validasi sosial, sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya empati dan keseimbangan sosial di era modern.
Copyrights © 2025