Rendahnya pemahaman konsep biosains pada siswa sekolah menengah masih menjadi tantangan utama, terutama akibat pembelajaran yang bersifat abstrak dan kurang melibatkan pengalaman langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi permainan TP Bola Basket sebagai media pembelajaran sains berbasis aktivitas fisik. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain non-equivalent control group yang melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sampel penelitian berjumlah 60 siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Mutiara yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, dengan rata-rata skor posttest sebesar 82,67 dan 68,40. Nilai N-Gain pada kelompok eksperimen sebesar 0,68 (kategori sedang-tinggi), lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 0,41 (kategori sedang). Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi permainan bola basket dalam pembelajaran sains secara efektif meningkatkan pemahaman konsep biosains siswa. Dengan demikian, TP Bola Basket dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang kontekstual, aktif, dan mampu meningkatkan keterlibatan belajar siswa.
Copyrights © 2026