Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar literasi numerasi siswa kelas V sekolah dasar ditinjau dari kemampuan penalaran dan self-efficacy matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretif untuk memahami secara mendalam pengalaman belajar siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas V di SD Negeri Semarangan 1 Godean Sleman Yogyakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami soal cerita, menginterpretasikan informasi numerik, serta menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Kesulitan tersebut dipengaruhi oleh rendahnya kemampuan penalaran matematika dan self-efficacy siswa. Siswa cenderung kurang percaya diri, bergantung pada contoh yang diberikan guru, serta menghindari soal yang dianggap sulit. Selain itu, faktor pembelajaran seperti kurangnya variasi metode dan motivasi belajar juga menjadi penghambat. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan mampu meningkatkan penalaran serta self-efficacy siswa agar kemampuan literasi numerasi dapat berkembang secara optimal.
Copyrights © 2026