Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model discovery learning terintegrasi socio scientific issues terhadap kemampuan berpikir kritis dan efikasi diri peserta didik pada materi larutan penyangga. Penelitian ini merupakan quasi experiment dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen (n=30) yang belajar dengan model discovery learning terintegrasi socio scientific issues dan kelas konttrol (n=30) yang menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian ini meliputi 10 soal uraian untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dan 21 pernyataan angket skala likert untuk mengukur efikasi diri. Analisis data menggunakan uji MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi Hotelling's Trace sebesar 0,000 (<0,05) sehingga H0 ditolak. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan kemampuan berpikir kritis dan efikasi diri antara kedua kelas. Nilai partial eta squared sebesar 0,258 mengindikasikan bahwa model pembelajaran tersebut memberikan sumbangan efektif sebesar 28,5% dengan kategori besar.
Copyrights © 2026