Pemanfaatan kulit akar mengkudu (Morinda citrifolia) sebagai pewarna alami benang tenun telah lama dikenal, namun kajian ilmiah mengenai perubahan warna ekstraknya pada keseluruhan rentang pH dan kaitannya dengan perubahan kimia pigmen ekstrak masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pH terhadap perubahan warna ekstrak kulit akar mengkudu serta hubungan perubahan tersebut dengan senyawa penyusunnya. Ekstrak diperoleh melalui maserasi pelarut air selama 24 jam, kemudian diuji pada pH 1-14 dan diaplikasikan pada benang katun melalui perendaman. Pada pH asam hingga netral (1-7), ekstrak berwarna kuning karena senyawa glikosida antraquinon stabil pada pH rendah. Pada pH basa ringan (8-9), warna tetap kuning karena morindin belum terhidrolisis. Namun, pada pH tinggi (10-14), morindin terhidrolisis menjadi morindon yang berwarna merah-merah kehitaman. Perubahan ini berkaitan dengan stabilitas morindin pada kondisi asam-netral dan hidrolisisnya menjadi morindon pada kondisi basa. Temuan ini menegaskan potensi kulit akar mengkudu sebagai sumber belajar kimia berbasis ethnoscience melalui project based learning.
Copyrights © 2026