Penelitian ini mengkaji bagaimana persepsi publik terhadap Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dikonstruksi, dinegosiasikan, dan mengalami perubahan di ruang digital selama terjadinya kasus keracunan massal pada September 2025. Penelitian menggunakan pendekatan netnografi, penelitian ini menelusuri narasi, ekspresi emosi, serta pola diskursus yang berkembang melalui interaksi publik di media sosial. Data dikumpulkan dari enam unggahan viral dengan tingkat keterlibatan tinggi di platform Instagram dan TikTok, kemudian ditriangulasikan dengan laporan resmi BPOM serta pemberitaan media arus utama nasional dan internasional. Melalui analisis tematik, penelitian ini mengidentifikasi empat tema utama, yaitu: (1) krisis kepercayaan terhadap sistem pengawasan keamanan pangan, (2) tuntutan publik atas transparansi dan akuntabilitas, (3) ekspresi emosi kolektif dari orang tua dan siswa, serta (4) terbentuknya solidaritas dan advokasi digital lintas wilayah. Temuan ini menunjukkan bahwa media social tidak hanya berfungsi sebagai ruang ekspresi, tetapi juga sebagai mekanisme kontrol sosial dan advokasi kebijakan gizi dan pangan nasional. Studi ini memperkaya kajian dan komunikasi kesehatan masyarakat dengan menunjukkan peran strategis diskursus digital dalam membentuk legitimasi kebijakan pada situasi krisis.
Copyrights © 2026