Perkembangan teknologi informasi mendorong transformasi pelayanan publik melalui penerapan e-Government. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan implementasi e-Government di Indonesia dan Belanda serta mengidentifikasi faktor penyebab perbedaannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Belanda memiliki sistem e-Government yang lebih maju, terintegrasi, dan efisien, didukung oleh infrastruktur digital yang kuat, sumber daya manusia yang kompeten, serta tingkat literasi digital masyarakat yang tinggi. Sementara itu Indonesia telah mengalami perkembangan signifikan melalui berbagai inovasi layanan digital namun masih menghadapi kendala seperti keterbatasan infrastruktur, rendahnya integrasi sistem, dan kesenjangan literasi digital. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh faktor infrastruktur teknologi, sumber daya manusia, kebijakan, budaya birokrasi, dan literasi digital. Oleh karena itu diperlukan upaya peningkatan di berbagai aspek untuk mengoptimalkan penerapan e-Government di Indonesia.
Copyrights © 2026