Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh keterlibatan ekstrakurikuler dan keaktifan organisasi intra sekolah terhadap tindakan kriminalitas pelajar di SMAN 21 Bekasi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik analisis regresi linier berganda. Data diperoleh melalui kuesioner tertutup menggunakan skala Likert empat poin dan diuji melalui validitas, reliabilitas, serta asumsi klasik. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap penurunan tindakan kriminalitas (sig. < 0,001). Namun secara parsial, hanya keaktifan organisasi yang berpengaruh signifikan (sig. = 0,036). Nilai R² sebesar 0,197 menunjukkan bahwa 19,7% variasi tindakan kriminalitas dijelaskan oleh model. Setelah data ekstrem dihapus, model memenuhi uji asumsi klasik. Kesimpulannya, organisasi siswa lebih berkontribusi membentuk perilaku positif dibanding ekstrakurikuler. Hasil ini dapat dijadikan dasar bagi penguatan kegiatan organisasi sebagai strategi pencegahan kenakalan remaja di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026