Abstract: In the book of Isaiah, the concept of a servant of God is uniquely discussed due to multiple interpretations and understandings. Some think that the servant of the LORD is Moses, Isaiah, or Cyrus? There are also those who say that collectively Israel (group) is the remnant of Israel who came out of slavery. This study uses a descriptive research methodology. A study that seeks to answer existing problems based on data. The analysis process in descriptive research is presenting, analyzing and interpreting. In particular, the method is descriptive research in which the description uses facts or phenomena obtained from the data as they are. After researching descriptively by analyzing data and facts, the researcher sees that the concept of the servant of God (ebed Yahweh) referred to in the book of Isaiah is Jesus Christ, or in the Old Testament is the Messiah. Because Isaiah saw far ahead about this servant of God must be a servant of God that is different from others, He is a servant in whom God the Father is pleased. The words “Father is well pleased” are hardly found in the Old Testament, but they are only found in the book of Isaiah. The Father told me, “See, this is my servant whom I hold, my chosen one, in whom I am well pleased. I have put my Spirit upon him”(Isaiah 42:1). Abstrak: Dalam kitab Yesaya, konsep hamba TUHAN menjadi suatu yang unik didiskusikan kerena multi penafsiran dan pemahaman. Ada yang menganggap hamba TUHAN itu adalah Musa, Yesaya, atau Koresy? Ada juga yang mengatakan Israel secara kolektif (kelompok) sisa Israel yang yang keluar dari perbudakan. Penelitian ini, menggunakan metodologi penelitian deskriptif. Suatu penelitian yang berusaha menjawab permasalahan yang ada berdasarkan datadata. Proses analisis dalam penelitian deskriptif yaitu menyajikan, menganalisis dan menginterpretasikan. Secara khusus metodenya penelitian deskriptif yang bentuk deskripsinya menggunakan fakta atau fenomena yang di dapatkan dari data-data apa adanya. Setelah meneliti secara deskriptif dengan mengalisis data-data dan fakta, maka peneliti melihat bahwa konsep hamba Tuhan (ebed Yahweh) yang dimaksud dalam kitab Yesaya adalah Yesus Kristus, atau dalam Perjanjian Lama adalah Mesias. Karena Yesaya melihat jauh kedepan tentang hamba Tuhan ini pastilah hamba Tuhan yang lain daripada yang lain, Dia adalah seorang hamba yang kepada-Nya Allah Bapa berkenan. Kata-kata “Bapa berkenan“ hampir tidak ada dalam Perjanjian Lama, namun ini hanya ada didalam kitab Yesaya. Bapa memberitahukan,“Lihat, itu hamba-Ku yang Ku-pegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku keatasnya“ (Yes. 42:1)
Copyrights © 2024