Abstract: This research aims to explore the influence of transformational leadership on church unity as the body of Christ within the context of the Synod of Gereja Kristus Rahmani Indonesia (GKRI). The prolonged leadership crisis in GKRI has led to significant divisions, a decline in membership, and disrupted organizational harmony. The research method used is a quantitative approach with a survey design. Data were collected through questionnaires specifically designed to measure the perceptions of transformational leadership and church unity among members of the Synod of GKRI. Data analysis was conducted using linear regression techniques to test the proposed hypotheses. The results of the study show that transformational leadership has a positive and significant influence on church members perceptions of church unity as the body of Christ. The data were collected through Likert-scale questionnaires and analyzed using linear regression. The findings indicate that transformational leadership has a significant positive impact on church unity, with idealized influence contributing 22%, inspirational motivation contributing 21.5%, intellectual stimulation contributing 25.5%, individualized consideration contributing 32.4%, and together they contribute 50.2%. These findings support the theory that transformational leadership can be an effective tool in facilitating spiritual integration and strengthening unity within the church community. The practical implications of this research include recommendations for church leaders to adopt transformational leadership styles to restore unity and enhance organizational effectiveness within GKRI. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kepemimpinan transformasional dan keesaan gereja sebagai tubuh Kristus di Sinode Gereja Kristus Rahmani Indonesia (GKRI). Kepemimpinan transformasional, yang melibatkan pengaruh ideal (idealized influence), motivasi inspiratif (inspirational motivation), stimulasi intelektual (intellectual stimulation), dan perhatian individual (individualized consideration), dianggap mampu menginspirasi dan memotivasi anggota jemaat untuk mencapai kesatuan dan integrasi spiritual yang lebih kuat.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dirancang khusus untuk mengukur persepsi kepemimpinan transformasional dan keesaan gereja dari anggota jemaat di Sinode GKRI. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik regresi linier untuk menguji hipotesis yang diajukan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi anggota jemaat mengenai keesaan gereja sebagai tubuh Kristus. Temuan ini mendukung teori kepemimpinan transformasional dalam konteks gerejawi dan memberikan wawasan praktis bagi pemimpin gereja dalam mempromosikan keesaan dan keharmonisan dalam komunitas gereja. Penelitian ini juga memberikan kontribusi penting bagi literatur yang ada dengan memperkaya pemahaman tentang bagaimana praktik kepemimpinan dapat secara efektif memfasilitasi integrasi spiritual dan komunal dalam komunitas keagamaan. Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup rekomendasi bagi pemimpin gereja untuk mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional guna meningkatkan keesaan gereja dan mendukung pencapaian visi dan misi gereja keseluruhan.
Copyrights © 2024